Inilah Hasil Kinerja Kemenkes di 2016

Rabu, 04 Januari 2017 – 23:49 WIB
Jumpa pers akhir tahun dengan tema Refleksi Kementerian Kesehatan RI Tahun 2016, di Jakarta, Kamis (29/12). Foto: Humas Kemenkes for JPNN.com

jpnn.com - JPNN.com--Di penghujung 2016, Kementerian Kesehatan menyelenggarakan memaparkan kinerja hasil capaian yang telah diraih dalam kurun waktu setahun.

Pada kesempatan tersebut, Menteri Kesehatan RI, Prof. Dr. dr. Nila Farid Moeloek menyatakan masalah kesehatan yang harus diselesaikan masih sangat banyak.

BACA JUGA: Simak Ini Tiga Vaksin Baru dari Kemenkes

Karena itu tetap perlu kerja keras dan cerdas untuk menuntaskannya.

Dia mengakui tantangan bertambah dengan besaran anggaran negara yang diberikan untuk kesehatan adalah 5% dari total APBN.

BACA JUGA: Menkes: Masih Banyak yang Sakit, Termasuk Sakit Jiwa

Menanggapi pertanyaan media seputar peningkatan akses dan mutu pelayanan kesehatan, Sekretaris Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan, Agus Hadian Rahim memberikan data capaian Kemenkes sepanjang tahun lalu.

Menurutnya, salah satu upaya meningkatkan akses masyarakat kepada fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes) adalah melalui pembangunan Puskemas dan peningkatan sarana, prasarana dan alat Puskesmas yang ada.

BACA JUGA: Ini Penyakit Berbahaya di 2017

Karena itulah mampu menjadikan Puskesmas sebagai tempat rawat inap.

Pada 2016, dari sejumlah 9.754 Puskesmas di seluruh Indonesia tercatat sejumlah 3.396 merupakan Puskesmas rawat inap sebanyak dan 6.358 Puskesmas nonrawat inap.

Di samping itu, Kemenkes juga terus menguatkan pelayanan kesehatan di Daerah Tertinggal Perbatasan kepulauan (DTPK).

Saat ini terdapat 127 Kabupaten/Kota yang melakukan pelayanan kesehatan bergerak, dan sebanyak 1.668 Puskesmas telah bekerjasama melalui Dinkes bekerjasama dengan unit transfusi darah (UTD) dan RS.

“Dari sisi peningkatan mutu, sejumlah 1.465 Puskesmas di 1.306 Kecamatan telah terakreditasi (dari target 700 Kecamatan) pada tahun 2016”, tutur Agus.

Sementara itu, dalam tatanan pelayanan kesehatan rujukan, saat ini Indonesia memiliki 2.598 rumah sakit.

Untuk memenuhi tuntutan pemberian pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang berkualitas maka Kemenkes melakukan akreditasi baik Fasyankes primer maupun rujukan secara berkala sehingga mutu pelayanan yang dihasilkan diharapkan bisa terus ditingkatkan.

Dari 2.598 RS di Indonesia, sebanyak 777 RS telah terakreditasi secara nasional.

Terdiri dari 327 RS Pemerintah dan 450 RS Swasta. Yang lebih membanggakan, sebanyak 24 RS di Indonesia telah terakreditasi secara internasional.

Di samping itu, dari target 190 Kabupaten/Kota yang memiliki minimal 1 RSUD terakreditasi, sudah tercapai 178 Kabupaten/Kota (93%). Sebanyak 23 RSUD sedang menunggu hasil survei.

Selain itu, pengembangan RS rujukan juga menjadi bagian dari penguatan layanan kesehatan.

Tujuannya adalah agar terjadi pemerataan Fasyankes rujukan menurut kompetensinya.

Target sasaran sampai 2019 adalah 14 RS rujukan nasional, 20 RS rujukan Propinsi dan 110 RS rujukan regional.

Untuk mendekatkan akses rujukan, Kemenkes telah membangun 22 RS Pratama. Selain itu, saat ini juga telah dibentuk 104 PSC di 514 Kabupaten/Kota, 29 PSC.

Di antaranya telah terintegrasi dengan National Command Center (NCC) 119. (adv/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pintu Terbuka, Artinya Air Masuk ke Dalam Pesawat


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler