Inilah Kabar Terkini Pegawai BRI yang Larikan Uang Rp 6 M

Rabu, 18 Oktober 2017 – 21:15 WIB
Foto dua oknum pegawai BRI yang diduga melarikan uang kas. foto : IST/Sumutpos/jpg

jpnn.com, MEDAN - Kasus penggelapan uang Rp 6 miliar yang dilakukan dua oknum petugas Tambahan Kas Kantor (TKK) masih terus diselidiki polisi.

Pihak BRI Cabang Medan Putri Hijau akhirnya angkat bicara terkait kasus penggelapan yang dilakukan salah satu pegawai berinisial BN tersebut.

BACA JUGA: Sunat Dana BOS, Kadis dan Kasek Diciduk Polisi

Dalam penjelasan pihak BRI, terjadinya penggelapan tersebut karena oknum pegawai itu menyalahgunakan kewenangan.

“Oknum pegawai berinisial BN merupakan orang yang diberikan kewenangan dalam pengambilan uang di Bank Indonesia Sumut. Namun, oknum itu menyalahgunakan kepercayaan yang diberikan perusahaan,” ujar Kepala Departemen Legal BRI Kanwil Sumut, Andy Dwi, Selasa (17/10).

BACA JUGA: 2 Oknum Petugas BRI Pembawa Kabur Rp 6 Miliar Diburu 4 Tim

Kata dia, hasil investigasi sementara ini oleh tim yang dibentuk, secara prosedur tidak ada kelalaian dan mutlak penyalagunaan kepecayaan atau kewenangan yang dilakukan oknum.

Menurut dia, prosedur atau SOP dalam pengambilan uang di Bank Indonesia telah dilakukan. Mulai dari surat tugas dan kuasa hingga mengasuransikan uang.

BACA JUGA: Bareskrim Amankan 9.250 Butir Happy Five dari Thailand

Kepala Kantor Cabang Medan Putri Hijau, Amal Perangin-angin menjelaskan kronologis terjadinya penggelapan uang tersebut awalnya pihaknya melakukan penarikan tambahan uang kas ke kantor BI Sumut sebesar Rp63 miliar. Penarikan tersebut dilakukan untuk memenuhi permintaan 3 vendor yang akan digunakan pengisian kas ATM.

Maka dari itu, ditugaskan BN bersama seorang sopir untuk melakukan penarikan uang dengan menggunakan kendaraan dinas. Setelah melakukan pengambilan uang, selanjutnya dibagikan kepada tiga vendor yang ikut mendampingi. Sedangkan, para vendor membawa kendaraan masing-masing dengan pengawalan petugas keamanan.

“Namun ternyata, sebelum diserahkan kepada tiga vendor uang Rp63 miliar itu telah dikurangi Rp6 miliar oleh pelaku BN. Alasannya, kantor cabang Putri Hijau mendesak membutuhkan uang Rp6 miliar. Padahal, belum ada konfirmasi sebelumnya,” papar Amal.

Disebutkan dia, pihaknya tidak ada menginstruksikan kepada pelaku untuk memotong uang yang diambil. dengan alasan kebutuhan mendesak di kantor cabang.

“Kita tidak pernah memperkenankan untuk momotong uang yang akan diberikan kepada vendor. Artinya, setiap pengambilan atau penyetoran uang sudah disepakati tidak ada pemotongan maupun pengurangan. Kalaupun ada sekalipun, pengurangan atau pemotongan itu harus terlebih dahulu mengkonfirmasi kepada kamtor cabang,” cetus Amal.

Disinggung kenapa pada saat pengambilan uang di BI tidak dilakukan pengawalan, menurut Amal lantaran uang yang diambil tidak ada dibawa ataupun didistribusikan ke kantor cabang. Artinya, uang tersebut langsung dibagikan kepada vendor.

“Pertimbangannya tidak dilakukan pengawalan karena uang yang diambil dari BI tidak ada yang dibawa ke kantor BRI. Maka dari itu, diputuskan tidak melakukan pengawalan. Lain halnya kalau uang yang diambil lalu dibawa keluar dari BI atau disetorkan ke kantor BRI lainnya, maka sudah tentu dilakukan pengawalan,” kata Amal.

Dibeberkannya, pelaku bukan baru bekerja sebagai pegawai, melainkan sudah diatas 5 tahun. Untuk sopir, sudah 11 tahun sedangkan pegawai TKK sekira enam tahun.

“Kinerja kedua pelaku selama bekerja normal-normal saja atau tidak ada hal aneh sedikitpun. Dengan kata lain, tidak ada penurunan kualitas kinerja atau permasalahan,” tandasnya. (fir)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Suami Nekat Bunuh Diri Lantaran Ditinggal Pergi Sang Istri


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler