Inilah Langkah Bea Cukai Mendorong Laju Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Selasa, 22 Juni 2021 – 20:45 WIB
Bea Cukai turut menyukseskan program pemerintah mempercepat pemulihan ekonomi nasional yang terdampak pandemi Covid-19. Foto: Bea Cukai.

jpnn.com, JAKARTA - Bea Cukai turut menyukseskan program pemerintah mempercepat pemulihan ekonomi nasional yang terdampak pandemi Covid-19.

Bea Cukai menjalin sinergi dengan berbagai kementerian/lembaga dan pemerintah daerah.

BACA JUGA: Pulihkan Ekonomi, Bea Cukai Mendukung Eksportir Baru dari Berbagai Daerah

Hal ini tercermin dari kolaborasi yang digelar kantor pelayanan Bea Cukai di berbagai daerah untuk mendorong laju pertumbuhan ekonomi di wilayah pengawasan masing-masing.

Geliat perkembangan ekonomi di wilayah Provinsi Sulawesi Barat menjadi perhatian sendiri bagi Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Sulawesi Bagian Selatan.

BACA JUGA: Demi Meningkatkan Sinergi dan Kolaborasi, Bea Cukai Kunker ke Instansi Lain

Hal itu langsung ditindaklanjuti dengan serangkaian program, salah satunya rapat koordinasi yang diikuti kepala Kanwil Bea Cukai Sulawesi Bagian Selatan, kepala Kanwil DJPB yang juga merupakan perwakilan Kementerian Keuangan Sulbar, kepala Karantina Pertanian Mamuju, dan para kepala dinas terkait Provinsi Sulbar.

Diskusi dipimpin Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar.

BACA JUGA: Irjen Tornagogo Sihombing: Jangan Merusak Citra Polri

Dalam kesempatan itu, Kanwil Bea Cukai Sulbagsel mendapatkan apresiasi atas sinergi membangun perekonomian Sulbar melalui penguatan pengawasan dan pelayanan di bidang kepabeanan dan cukai.

Kepala Kantor Bea Cukai Parepare Nugroho Wigijarto merespons itu memaparkan beberapa poin penting yang perlu diperkuat dalam peningkatan kualitas layanan kepabeanan dan cukai di Provinsi Sulbar.

“Penguatan analisis dan data yang komperhensif perlu didukung oleh seluruh pihak agar pembentukan unit kerja pengawasan dan pelayanan kepabeanan dan cukai dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.

Kolaborasi serupa juga dilaksanakan di Bitung, Sulawesi Utara.

Perwakilan Kanwil Bea Cukai Sulawesi Bagian Utara, Bea Cukai Bitung, dan Bea Cukai Manado, memenuhi undangan Pemprov Sulut terkait FGD dalam rangka merealisasikan pasokan ikan secara berkelanjutan dan untuk menjamin berlangsungnya kegiatan rantai pasok dari hulu ke hilir.

Kepala Kantor Bea Cukai Bitung Agung Riandar Kurnianto mengatakan penataan sistem logistik perikanan ini diharapkan dapat memecah permasalahan yang selama ini terjadi. Sehingga membuat Kota Bitung yang terkenal dengan surganya ikan cakalang kembali bangkit di tengah problematika yang terjadi.

Menurut dia, untuk mengatasi kelangkaan ikan yang melanda, perlu adanya penataan dalam ekosistem logistik perikanan baik dari penangkap maupun pengolahan.

"Demi keberlangsungan dan kelancaran usaha, kami berharap Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan Pemerintah Kota Bitung dapat berkolaborasi dengan menggandeng pihak terkait dalam pengadaan cold storage raksasa. Dengan cold storage kapasitas besar dan dapat menampung sampai 10.000 ton diharapkan dapat menjaga ketersediaan dan kestabilan baik pasokan maupun harga dari ikan tersebut,” usul Agung.

Koordinasi sinergi penguatan ekonomi daerah juga digalakkan Bea Cukai Tual. Pada 18 Juni 2021 lalu, Kepala Kantor Bea Cukai Tual Hari Setiayadi mendampingi Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Kepala Bappenas Suharso Monoarfa beserta kepala Staf Angkatan Laut, gubernur Maluku, bupati Maluku Tenggara, dan wali kota Tual mengunjungi Pelabuhan Perikanan Nusantara dan meresmikan Kampung Bahari Nusantara di Desa Dian Darat.

“Bea Cukai Tual terus mendukung sinergi yang dilakukan oleh seluruh instansi yang terlibat dalam pembangunan ekonomi Kota Tual dan Maluku Tenggara juga fokus dalam peningkatan produk perikanan melalui upaya mendorong ekspor secara langsung melalui kota Tual dan Maluku Tenggara," kata Hari.

Bea Cukai bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) pun berkolaborasi meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah dengan mencetak masyarakat bertalenta digital di Makassar, Sulsel.

“Teringat arahan presiden, yaitu pada tahun 2024 mendatang Indonesia harus sepenuhnya memasuki era digital," kata Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel) Parjiya dalam acara Talent Talks bersama Kemenkominfo.

Menurut Parjiya, pencanangan rencana untuk bisa menambah satu persen pertumbuhan ekonomi dengan meningkatkan sebanyak lima ribu startup digital, diperkirakan akan menyediakan 2,5 juta lapangan pekerjaan baru di dunia digital, dan menyerap enam ratus ribu talenta digital.

"Hikmah di balik pandemi yang masih mendera, semakin dirasa mempercepat transformasi berpikir dan perilaku masyarakat menuju arah tersebut,” ungkap Parjiya.

Sebagai kerja sama nyata, Bea Cukai bersama Kemenkominfo menargetkan bisa mendorong digitalisasi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Sulsel dengan mempersiapkan program stimulan pelatihan Digital Talents Scholarship (DTS) 2021. (*/jpnn)

Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?


Redaktur & Reporter : Boy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler