Inilah Tantangan Berat yang Harus Dihadapi Jenderal Andika Perkasa

Senin, 08 November 2021 – 23:45 WIB
Diskusi Empat Pilar MPR RI yang mengangkat tema ‘Panglima TNI Baru dan Tantangan Ketahanan NKRI’ , Senin (8/11). Foto: Humas MPR RI

jpnn.com, JAKARTA - Anggota MPR dari Fraksi Golkar Dave Akbarshah Fikarno Laksono menilai visi 'TNI Adalah Kita' yang akan dijalankan Jenderal Andika Perkasa saat menjabat Panglima TNI nanti memiliki makna yang dalam dan luas.

"Saya menilai judul yang dibawakannya sederhana, tetapi memiliki makna yang dalam juga nilai yang luas di mana sebagai sesama WNI, sebangsa dan setanah air, kita memiliki kewajiban yang sama untuk menjaga persatuan, kesatuan kita dan juga kedaulatan NKRI,” kata Dave dalam diskusi Empat Pilar MPR RI, Senin (8/11).

BACA JUGA: Tolong, Jangan Kaitkan Kematian Theys Hiyo Eluay dengan Jenderal Andika

Dalam diskusi yang diselenggarakan MPR dan Koordinatoriat Wartawan Parlemen itu yang mengangkat tema ‘Panglima TNI Baru dan Tantangan Ketahanan NKRI’, Dave juga meyakini Jenderal Andika dapat berbuat banyak untuk TNI, meski dengan masa dinas yang tersisa hanya 13 bulan.

Dave menilai tantangan Jenderal Andika seperti isu-isu hankam yang paling berat saat ini, yaitu masalah Papua, mengingat ancaman dan serangan masih terus terjadi.

BACA JUGA: Ada Legislator Coba Menginterupsi Rapat Paripurna soal Jenderal Andika Perkasa

"Berarti masih ada yang mensuplai senjata, peluru dan juga termasuk penyedia dana yang membuat permasalahan ini berlarut-larut tak ada hentinya,” bebernya.

Selain masalah Papua, tantangan Jenderal Andika yaitu di bidang teknologi.

BACA JUGA: 3 PR Utama Ini Harus Dituntaskan Jenderal Andika

Menurutnya, tak dapat dipungkiri teknologi semakin maju, sehingga kebutuhan TNI untuk memiliki peralatan tempur yang berteknologi terbaru.

"Ini harus diperhatikan, sebab teknologi hari ini itu sudah jauh berbeda dengan teknologi 2008. Kemampuan drone contohnya. Drone saat ini, bisa terbang selama berpuluh-puluh jam, bisa memiliki senjata yang akurasinya sampai dengan 100 persen," ungkapnya.

"Kita juga mesti meningkatkan kemampuan SDM, serta berani investasi di research and development,” kata Dave menambahkan.

Narasumber lainnya pada diskusi tersebut, Anggota MPR dari Fraksi PKS Abdul Kharis Almasyhari menyampaikan banyak harapan rakyat kepada Jenderal Andika Perkasa sebagai Panglima TNI untuk hadir mempertahankan dan memperkuat kedaulatan negara.

“Seperti ketegangan dan gesekan dua poros kekuatan besar yakni Amerika Serikat dan China di laut Natuna Utara (laut Cina Selatan) dan Indonesia ada di tengah-tengahnya. Di situ kedaulatan negara dipertaruhkan," ujar Abdul Kharis.

Dia menilai pengangkatan Jenderal Andika merupakan langkah cerdik Presiden Joko Widodo untuk memberikan keseimbangan dan kekuatan pengaruh di Natuna Utara itu.

"Saya lebih suka menggunakan istilah Indonesia ingin melakukan peran menjaga kedekatan yang sama terhadap 2 poros kekuatan yang sedang bermain atau yang sedang sama-sama adu pengaruh di Natuna Utara tersebut," jelasnya.

Jenderal Andika diyakini memiliki kekuatan diplomasi dan performa yang sangat bagus hingga mampu menjalankan peran tersebut.

“Intinya, saya menaruh harapan besar terhadap terpilihnya Jenderal Andika untuk kemajuan penyelesaian permasalahan-permasalahan di Papua, kemudian di Pasifik dan lain sebagainya,” tegasnya. (mrk/jpnn)

Simak! Video Pilihan Redaksi:

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ibas Berharap Jenderal Andika Membawa TNI Lebih Profesional


Redaktur : Sutresno Wahyudi
Reporter : Sutresno Wahyudi, Sutresno Wahyudi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler