Tolong, Jangan Kaitkan Kematian Theys Hiyo Eluay dengan Jenderal Andika

Senin, 08 November 2021 – 20:54 WIB
Yanto Eluay, putra almarhum Theys Hiyo Eluay. ANTARA/Evarukdijati

jpnn.com, PAPUA - Yanto Eluay meminta semua pihak tak lagi mengaitkan kematian ayahnya Theys Hiyo Eluay dengan Jenderal Andika Perkasa yang telah dipilih oleh presiden serta ditetapkan DPR menjadi Penglima TNI menggantikan Marsekal Hadi Tjahjanto.

Permintaan dikemukakan Yanto, karena ada kecenderungan kematian Theys dikaitkan dengan Jenderal Andika saat ada momentum tertentu.

BACA JUGA: Jenderal Andika Berpeluang Maju di Pilpres 2024 Setelah Jabat Panglima TNI

Hal tersebut pernah terjadi saat Jenderal Andika diangkat menjadi kepala staf TNI AD pada 2018 lalu.

"Saat Jenderal TNI Andika Perkasa hendak menjabat sebagai KSAD isu itu juga diembuskan," ujar Yanto kepada wartawan di sela-sela peringatan HUT ke-58 Korem 172/PWB, di Jayapura, Senin (8/11).

BACA JUGA: Perintah Mahfud MD Sangat Tegas, Debitur BLBI Tak Bisa Menghindar Lagi

Yanto menegaskan, pihak keluarga sejak 10 November 2018 sudah menyatakan deklarasi damai dan mencabut kasus pembunuhan terhadap ayahanya yang dikategorikan pelanggaran HAM berat.

Pencabutan dilakukan karena keluarga menilai banyak pihak yang memanfaatkan kasus tersebut dan mencari keuntungan.

BACA JUGA: Sukarelawan Jokowi Minta Semua Pihak Hentikan Politisasi Bisnis PCR

Karena itu, dengan dicabutnya kasus kematian Theys, tidak ada lagi yang menggunakannya untuk kepentingan kelompok.

"Keluarga juga sudah memaafkan para pihak baik yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung hingga menyebabkan meninggalnya Theys," kata dia.

Ditegaskan, selalu anak sulung dirinya bersama keluarga besar siap bekerja sama dengan pemerintah guna bersama-sama membangun Papua.

"Mari bersama-sama membangun Papua agar makin sejahtera dan sebagai umat beragama harus yakin dan percaya apa yang terjadi di dunia sudah menjadi kehendak Tuhan Yang Maha Esa," katanya.

Almarhum Theys Hiyo Eluay menjabat ketua Presidium Dewan Papua, sebuah organisasi yang ingin memisahkan Papua (waktu itu namanya Provinsi Irian Jaya) dari NKRI.

Theys ditemukan meninggal di sekitar Koya Karang, Jayapura, pada 10 Nopember 2001 lalu.(Antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Ken Girsang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler