Inklusi Pemuda dan Inovasi Digital Jadi Fokus Pra-KTT 2 Y20 Indonesia

Senin, 25 April 2022 – 20:36 WIB
Pemerintah menargetkan tranformasi ekonomi melalui teknologi digital untuk keluar dari middle income trap pada 2045. Ilustrasi: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, LOMBOK - Inklusi dan inovasi pemuda dalam tata kelola digital mewarnai diskusi para delegasi dan panelis Pra-KTT ke-2 Youth 20 (Y20) Indonesia 2022 di Lombok, Minggu (24/4).

Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid menekankan pentingnya peningkatan literasi digital di kalangan anak muda, serta peraturan berkaitan dengan tata kelola digital.

BACA JUGA: Pra-KTT Y20, Soroti Kesadaran Keuangan Digital Anak Muda

“(Literasi digital) menjadi PR bagi Indonesia. Pemerintah sudah bangun infrastrukturnya, tetapi kita juga harus membangun literasi digital untuk meraup keuntungan dunia digital, khususnya bagi para generasi muda,” jelas Meutya.

Perkembangan digital tanpa tata kelola digital dinilai tidak efektif. Adanya peraturan yang berkaitan dengan tata kelola digital bisa membuat ekonomi digital lebih berkembang.

BACA JUGA: Kominfo Ajak Masyarakat Bela Negara Lewat Cara ini

"Regulasi perlindungan data pribadi, misalnya, diperkirakan dapat meningkatkan kepercayaan diri konsumen dalam transaksi digital," imbuhnya.

Di kesempatan yang sama, Setiaji selaku Asisten Menteri Kesehatan Bidang Teknologi Kesehatan mengajak anak muda untuk proaktif menciptakan inovasi teknologi, khususnya di bidang kesehatan.

BACA JUGA: Airlangga Dorong Inklusi Keuangan dan Penguatan UMKM Lewat Pondok Pesantren

“Kami membutuhkan lebih banyak inovasi lagi dari para generasi muda, untuk bekerja sama mengatasi masalah-masalah kesehatan yang ada. Mari kita bersama berkolaborasi untuk layanan kesehatan Indonesia yang lebih baik,” ungkap Setiaji.

Sementara itu, Direktur Pemberdayaan Informatika Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Bonifasius Wahyu Pudjianto mengapresiasi penyelenggaraan diskusi Pra-KTT Ke-2 Y20 Indonesia.

"Saya ingin menekankan kolaborasi antara Digital Economic Working Group (DEWG) G20 dengan Y20, khususnya berkaitan dengan aliran data lintas batas, serta keterampilan dan literasi digital," jelas Pudjianto.

Terakhir, adalah konektivitas dan pemulihan pascapandemi Covid-19, di mana industri startup dan modal ventura bekerja sama untuk membentuk kekuatan ekonomi baru.

"Ini yang sebagian besar berasal dari kalangan anak muda, untuk menciptakan dunia yang lebih baik," seru Pudjianto.(chi/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Rangkul Komunitas Masyarakat, Ini yang Ditawarkan Kratingdaeng Community


Redaktur : Yessy Artada
Reporter : Romaida Uswatun Hasanah

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler