Inovasi Roti Bakar, Mahasiswa Trilogi Gaet Pendanaan Kemendikbudristek

Jumat, 27 Agustus 2021 – 23:35 WIB
Mahasiswa Universitas Trilogi berhasil melakukan inovasi roti bakar. Foto dokumentasi Universitas Trilogi

jpnn.com, JAKARTA - Mandiri secara finansial tidak selalu harus menunggu lulus kuliah. Hal ini dibuktikan salah satu mahasiswa Universitas Trilogi yang membuat inovasi berbagai produk roti bakar bermerk Roti KarKus. 

Mahasiswa Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan (ITP) ini menerapkan pelajaran yang didapatkannya dengan memadukannya semangat entrepreneuship. Atas kerja kerasnya beragam jenis varian roti bakar tercipta.

BACA JUGA: Mahasiswa Membersihkan 200 Kg Sampah Plastik yang Melilit Mangrove di Pesisir Surabaya

“Roti KarKus, bukan sekadar inovasi sebuah produk tetapi harus dijaga keamanan dan mutu gizinya. Ketika produk ini dijadikan menu sampingan, kandungan isinya tetap dalam batas yang ditentukan," tutur Rizky Muhammad Adi Perdana mahasiswa ITP Universitas Trilogi angkatan 2017 ini, Jumat (27/8).

Dikatakannya, inovasi yang dilakukannya untuk menggugah selera para penikmat roti bakar, sehingga mereka mempunyai banyak pilihan. Kini produk yang mendapatkan pendampingan Pusat Pengembangan  Kapasitas Wirausaha Bioindustri (PPKWB) Universitas Trilogi itu akhirnya berhasil mendapatkan pendanaan dari program PPK Simlitabmas Kemendikbudristek. 

BACA JUGA: Pertukaran Mahasiswa Nusantara 2020: Adu Gagasan dan Inovasi untuk Menjawab Tantangan Zaman

Dengan pendanaan yang didapati, kini Roti Karkus sudah memiliki dua cabang penjualan yakni di Jakarta dan Bekasi. Pembukaan cabang penjualan ini tentunya memberikan efek meningkatkan omset yang diraih.

“Ke depan, cita-cita kami selain terus mengembangkan inovasi produk baru, juga bisa kembali membuka cabang untuk beberapa daerah. Sehingga produk Roti KarKus bisa makin dinikmati oleh banyak orang,” kata Rizky.

BACA JUGA: Mau Nyaman Berhijab? Cobalah Hasil Inovasi Mahasiswa UGM Ini

Ketua Program PPKWB Universitas Trilogi, Maulidian, mengaku sangat bersyukur melihat keberhasilan dan pencapaian dari tenant yang mereka bina. Bahkan di antaranya sudah mulai bergerak melakukan berbagai inovasi, baik dari segi produk maupun pemasarannya. 

“Memang dari awal mereka dibimbing, selain diberikan uang pembinaan kami juga terus melakukan pendampingan secara berkala dan terus mendorong mereka untuk terus tumbuh dan berinovasi,” jelas  dosen Agribisnis Universitas Trilogi ini.

Sementara itu, Ketua Program Studi ITP, Hermawan Seftiono, menyatakan selain menguatkan kompetensi akademik, kegiatan ini bisa menciptakan kemandirian dan contoh bagi mahasiswa yang lain. 

“Kami idorong untuk bisa berpikir mandiri, dan bisa memberikan efek sosial bagi masyarakat sekitar. Tentu ini melalui proses panjang, mulai dari mentoring, evaluasi sampai pada pemberian fasilitas dan pengembangan dalam bentuk dana usaha,” pungkas.Hermawan. (esy/jpnm)


Redaktur : Adil
Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler