Intan Fauzi Dorong Adhi Karya Selesaikan Beberapa Proyek Strategis Nasional

Sabtu, 14 Januari 2023 – 15:59 WIB
Anggota Komisi VI DPR RI Intan saat sosialisasi 'Peran Kemitraan UMKM dan BUMN untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi' di Tapos, Cilangkap, Kota Depok, Jumat, 9 Desember 2022. Foto: Humas DPR RI

jpnn.com, JAKARTA - Anggota Komisi VI DPR RI Intan Fauzi mengatakan right issue atau dikenal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) PT Adhi Karya sebagai langkah yang positif.

Dia melihat prospek terhadap proyek yang sedang dikerjakan dan proyek masa depan demi memajukan Indonesia dan kinerja Adhi Karya.

BACA JUGA: Tommy Apresiasi Right Issue Adhi Karya Terkait Proyek Strategis Nasional

“Selain persetujuan dari DPR, Rights Issue ADHI juga dilaksanakan dengan dasar PP 32 tahun 2022 tentang Penambahan PMN ke dalam saham ADHI sebagai dasar hukum diberikannya PMN serta Persetujuan efektif OJK pada 14 Oktober 2022," kata Intan dalam sosialisasi 'Peran Kemitraan UMKM dan BUMN untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi' di Tapos, Cilangkap, Kota Depok, Jumat, 9 Desember 2022.

Dalam sosialisasi yang diikuti 100 orang pelaku UMKM itu, Intan menyebutkan setelah Perdagangan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) periode 28 Oktober 2022 hingga 8 November 2022, ADHI berhasil menyerap dana sebesar Rp 2,6 triliun dengan komposisi Penyertaan Modal Negara sebesar Rp 1,96 triliun dan dana publik sebesar Rp 689 miliar.

BACA JUGA: Gandeng Jusung, GRP Ikuti Tender Proyek Strategis Nasional USD 310 Juta

Dari total dana tersebut sepenuhnya dapat dipergunakan untuk setoran modal ke badan usaha untuk pembangunan beberapa Proyek Strategis Nasional.

Adapun proyek-proyek yang masuk dalam pendanaan Rights Issue ADHI antara lain Tol Solo-Yogyakarta-YIA Kulonprogo, Tol Yogyakarta-Bawen dan SPAM Karian Serpong Timur.

BACA JUGA: Airlangga:Optimistis Proyek Strategis Nasional Rampung sesuai Target

Anggota DPR RI dari Dapil Jawa Barat VI itu mengungkapkan pascapelaksanaan Right Issue komposisi kepemilikan saham di ADHI mengalami perubahan, yakni 64 persen dimiliki oleh Negara Republik Indonesia dan 36 persen dimiliki oleh publik.

“Melalui Right Issue ADHI, perusahaan pelat merah ini DPR berharap nantinya dapat mendorong penyelesaian Proyek Strategis Nasional yang sedang dikerjakan oleh ADHI. Apalagi banyak proyek yang sedang dikerjakan, dari pembangunan Jalan Tol sampai SPAM untuk Air Bersih," ujar Intan.

Selain itu, Right Issue ADHI diharapkan akan memperkuat modal agar dapat berkompetisi dalam meningkatkan kinerja perusahaan yang berkelanjutan.

Proyek Strategis ADHI

Dalam kesempatan itu, anggota Fraksi PAN itu mengungkapkan beberapa proyek strategis yang tengah dikerjakan Adhi Karya. Antara lain Tol Solo-Yogyakarta-YIA Kulonprogo untuk mempercepat konektivitas wilayah Jogjakarta, Solo dan Semarang untuk mendorong pertumbuhan Ekonomi dan Pariwisata.

Kemudian pembangunan Tol Solo - Jogja yang terbentang sepanjang 96.57km dan terbagi menjadi tiga seksi. Tol ini menghubungkan Jawa Tengah dan DI Yogyakarta dan proses pembangunan tol saat ini sudah mencapai progress 40,54 persen (empat puluh persen).

Proyek penjernihan air dan pendistribusian air bersih SPAM Karian-Serpong Timur ditargetkan akan berdampak positif utamanya di wilayah konsumsi air Kota Tangerang Selatan, Kota Tangerang dan Jakarta, namun wilayah sekitarnya juga dapat menerima manfaat akibat interaksi antar-daerah.

Intan Fauzi berharap selain pengembangan bisnis, dengan adanya Rights Issue ini, ADHI akan memberikan manfaat yang lebih luas lagi bagi Negara. Yakni melalui Peningkatan PDB/PDRB, Penambahan Lapangan Kerja, Peningkatan Pajak dan Dividen. Tidak terkecuali tercipta konektivitas wilayah menuju daerah pariwisata.

"Makin banyak pembangunan yang dilakukan ADHI, tentu akan menghasilkan multiplier effect dalam bentuk pegembangan kualitas usaha kecil masyarakat dan penyerapan tenaga kerja di daerah sekitar proyek yang dijalankan," kata Intan.(fri/jpnn)

Simak! Video Pilihan Redaksi:


Redaktur & Reporter : Friederich Batari

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler