Internasional Organization for Migration Angkat Topi pada Kinerja BP2MI

Jumat, 03 Februari 2023 – 06:13 WIB
Direktur Regional Asia dan Pasifik, Internasional Organization for Migration (IOM), Ms. Sarah Lou Arriola. Foto: Dok BP2MI

jpnn.com, JAKARTA - Direktur Regional Asia dan Pasifik, Internasional Organization for Migration (IOM), Ms. Sarah Lou Arriola mengapresiasi Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran (BP2MI), Benny Rhamdani karena terus memberikan perlindungan dan keberpihakan kepada Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Hal ini dikatakan Sarah Lou setelah berkunjung ke Kantor BP2MI. Keduanya membahas berbagai persoalan pekerja migran di luar negeri.

BACA JUGA: BP2MI Grebek Penampungan CPMI Ilegal, 6 Orang Diselamatkan

"Keberpihakan BP2MI kepada PMI sangat luar biasa. Banyak terobosan yang inovatif dan kreatif dalam memberikan pelayanan terhadap para PMI," ujar Sarah di sela pertemuan di ruang kerja Kepala BP2MI, Jakarta, Kamis, (2/2).

Sarah Lou juga menyambut baik adanya command center, sehingga BP2MI bisa membela dan memperlakukan PMI secara istimewa.

BACA JUGA: Resolusi 2023, BP2MI Siap Sikat Sindikat Mafia PMI

"Ini sangat membanggakan. Salah satu hal kreatif dan inovatif yang dilakukan, menerbitkan Surat Kredensial bagi para PMI. Hal seperti ini, baru ada di Indonesia. Belum ditemukan di negara lain," imbuhnya.

Lebih lanjut, Sarah juga mengapresiasi adanya lounge khusus bagi PMI yang dibuat oleh Benny Rhamdani.

BACA JUGA: Benny Rhamdani: BP2MI Akan Melawan Mafia Perdagangan Orang

"Kalau fast track, ada di satu, dua negara. Tidak semua negara menyiapkan itu. Saya terharu atas penyampaian Kepala BP2MI, dan salut dengan kerja-kerja BP2MI dalam melayani para PMI," ungkap Sarah Lou.

Terpisah, Kepala BP2MI Benny Rhamdani menyatakan komitmennya untuk terus menjalankan tugas kemanusiaan bagi para PMI. Hal ini juga sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"BP2MI akan terus membela PMI. Kami memberi perlindungan 3 dimensi, dan di command center BP2MI inilah semua PMI kami pantau. Ini data resmi milik negara. BP2MI intens melakukan edukasi dan sosialisasi, agar kita mempunyai spirit yang sama dalam mengistimewakan PMI," kata Benny.

Politikus Partai Hanura itu juga memiliki komitmen untuk memberantas oknum-oknum sidikat PMI yang mengirimkan pekerja Indonesia melalui jalur ilegal atau non-prosedural. Apalagi Presiden Jokowi sudah memerintahkan dirinya untuk memberantas para mafia mulai dari hulu sampai hilir.

"Pokoknya, jangan sampai negara kalah sama sindikat. Pencegahan sejak dini terus kami lakukan. Sekarang sosialisasinya masif, di Desa hingga Kota," tegas dia.

Benny lantas menyinggung kasus kematian salah satu PMI bernama Adelina Sau yang bekerja di Malaysia, meski kasus itu sudah terjadi beberapa tahun sebelum ia menjadi Kepala BP2MI.

Dia juga menyinggung soal kasus PMI yang dideportasi dari sejumlah negara penempatan PMI, karena pengiriman melalui jalur non-prosedural.

"Kasus-kasus tersebut tidak boleh terulang lagi. Ini menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi kami. Negara tidak boleh kalah dengan para sindikat pengiriman PMI ilegal," cetusnya.

Benny menambahkan, BP2MI juga intens melakukan edukasi dan sosialisasi ke masyarakat. Termasuk mengingatkan internal BP2MI untuk menanamkan rasa kepedulian kepada para PMI, karena mereka merupakan pahlawan devisa negara.

"Harus ditanamkan pada diri sendiri prihatin dengan situasi praktek yang mengorbankan PMI dan menjadi peninggalan sejarah masa lalu. Itu sebabnya, kami melakukan transformasi PMI dengan gerakan bersih-bersih," jelas dia.

Benny memastikan sepanjang kepemimpinannya di BP2MI, tak ada lagi pungutan biaya yang memberatkan para pahlawan devisa.

"Warisan masa lalu dalam dunia penempatan PMI, tidak boleh terjadi lagi. Kami melakukan banyak program, yang membebaskan PMI dari beban biaya. Dulu ikut preliminary diminta bayar, sekarang tidak lagi. Begitupun pelepasan di hotel mewah dan gratis. PMI punya kredensial, juga punya ragam fasilitas VVIP yang disiapkan negara," pungkas Benny.(mcr10/jpnn)


Redaktur & Reporter : Elvi Robiatul

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler