Investasi Denmark ke Indonesia Meningkat, Jokowi Senang

Selasa, 28 November 2017 – 17:32 WIB
Presiden Joko Widodo didampingi ibu negara Iriana menyaksikan PM Denmark Lars Lokke Rasmussen menandatangani kerja sama di berbagai bidang, antara lain di bidang maritim dan lingkungan hidup. Foto Biro Pers

jpnn.com, BOGOR - Presiden Joko Widodo mengaku senang atas meningkatnya investasi Denmark ke Indonesia.

Meningkatnya juga cukup signifikan yakni sebesar 1.262 persen.

BACA JUGA: Jokowi Senang PM Denmark Bawa Belasan Pengusaha ke Indonesia

Itu disampaikan suami Iriana usai pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri (PM) Denmark Lars Lokke Rasmussen di Istana Bogor, Selasa (28/11).

“Dengan iklim investasi yang semakin baik, saya harapkan kerja sama investasi semakin meningkat,” kata Presiden yang akrab disapa Jokowi.

BACA JUGA: Airlangga Minta Restu Jokowi, Golkar Tak Merasa Diintervensi

Dalam kunjungan resmi perdana PM Denmark ke Indonesia dan ASEAN tersebut, kedua negara sepakat untuk meningkatkan kerja sama di berbagai bidang, antara lain di bidang maritim dan lingkungan hidup.

“Kerja sama di bidang maritim, antara lain pemberantasan IUU (Illegal, Unreported, and Unregulated) Fishing, dan dukungan Denmark terhadap ”Our Ocean Conference” di Indonesia tahun 2018,” ucap Presiden.

Indonesia dan Denmark juga sepakat meningkatkan kerja sama di bidang lingkungan hidup melalui _“Environment Support Programme”_ (ESP) dalam beberapa proyek bersama, antara lain pelestarian Hutan Harapan di Jambi, kerja sama di bidang lingkungan hidup antar-universitas.

BACA JUGA: Kalsel Investment Forum Pikat Ratusan Investor

Kemudian kerja sama di bidang pengelolaan limbah dan manajemen air, serta manajemen pengolahan sampah, di mana nota kesepahaman telah dipertukarkan dalam pertemuan tersebut.

“Energi terbarukan juga menjadi pokok bahasan dalam Pertemuan. Kerja sama akan difokuskan pada target jangka panjang pemenuhan energi baru terbarukan dan konservasi energi, di mana pengembangan kerja sama energi baru merupakan salah satu prioritas,” jelas Jokowi.

Presiden juga menyambut baik pengesahan “Rencana Aksi Implementasi Kemitraan Indonesia-Denmark 2017-2020 sebagai tindak lanjut “Kemitraan Inovatif” yang ditandatangani saat kunjungan Ratu Denmark ke Indonesia beberapa waktu lalu.

Selain membahas topik kerja sama, dalam pertemuan tersebut Presiden Jokowi juga menyampaikan perhatian serius Indonesia terhadap tindakan diskriminatif dan kampanye hitam terhadap kelapa sawit yang masih terus berlangsung di Eropa.

“Saya juga meminta dukungan Denmark terhadap negosiasi Indonesia–EU Comprehensive Economic Partnership Agreement,” ungkap mantan wali kota Surakarta itu.

PM Rasmussen menyampaikan apresiasi atas sambutan yang hangat dari Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo. Dia menyampaikan tujuan utama dari kunjungannya adalah untuk meningkatkan hubungan Indonesia dan Denmark ke level yang lebih baik.

“Untuk itu Presiden Jokowi dan saya telah menyetujui beberapa rencana aksi untuk kerjasama menuju tahun 2020 dan bersama-sama menyetujui perjanjian politik dan juga perjanjian people to people,” ucapnya.

Tahun 2023 Indonesia akan menjadi salah satu negara dengan perekonomian terbesar. Hal itu menurut Rasmussen, akan membawa potensi yang besar bagi Indonesia, serta keunggulan yang bisa dimanfaatkan oleh dua negara.

"Presiden Jokowi dan saya telah menyetujui meningkatkan perdagangan investasi dan melanjutkan penghapusan berbagai hambatan perdagangan,” tambah Rasmussen.(fat/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Jokowi: Pilpres dan Pilkada Jangan Rusak Persaudaraan


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler