Irjen Mulyatno: Ini Kasus Kemanusiaan

Selasa, 07 Desember 2021 – 08:50 WIB
Kapolda Sulut Irjen Pol Mulyatno (kedua kanan) didampingi Kabid Humas Kombes Pol Jules Abraham Abast, Dirreskrimum Kombes Pol Gani Siahaan, dan Bupati Minahasa Utara Joune Ganda (ANTARA/HO/Humas Polda Sulut)

jpnn.com, MANADO - Kapolda Sulawesi Utara (Sulut) Irjen Pol Mulyatno menjemput tiga perempuan korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang tiba di Bandara Sam Ratulangi (Samrat) Manado, Senin (6/12).

Irjen Mulyatno bersyukur para korban bisa dibawa kembali ke Manado dengan selamat.

BACA JUGA: Irjen Dedi Pastikan Propam Polri Mengawasi Proses Hukum terhadap Bripda Randy 

Dia berempati terhadap korban keluarga korban lantaran anak-anak mereka diperdagangkan dan dieksploitasi di wilayah Kabupaten Maluku Tenggara Barat.

"Sebenarnya, ini adalah kasus kemanusiaan," kata Irjen Mulyatno yang menjemput korban perdagangan orang itu bersama Bupati Minahasa Utara Joune Ganda.

BACA JUGA: 4 Polisi Ini Dipecat AKBP Eko, Salah Satunya Bripda Arham Basyofi

Sementara itu, Kapolres Minahasa Utara AKBP Bambang Yudi Wibowo mengatakan ketiga perempuan ini merupakan korban perdagangan orang yang terjadi pada kurun waktu dari bulan Mei hingga November 2021.

Para korban dijemput oleh personel Polres Minahasa Utara di wilayah Kabupaten Maluku Tenggara Barat.

BACA JUGA: Prajurit Yonif Raider 900/SBW Tewas Gantung Diri, Inikah Motifnya?

Sebelumnya, mereka berhasil melarikan diri dari sebuah kafe, karena diperlakukan dengan tidak baik.

"Mereka dibiayai bekerja di wilayah Saumlaki dan ternyata di sana pekerjaannya tidak sesuai dengan yang diharapkan. Kasus ini sementara dalam penyelidikan," ucap AKBP Bambang Yudi Wibowo.

Bupati Minahasa Utara Joune Ganda mengapresiasi kinerja jajaran kepolisian dalam mengungkap kasus itu.

"Pemerintah beserta seluruh masyarakat Minahasa Utara menyampaikan apresiasi yang luar biasa buat kepolisian, yakni Polda Sulut dan Polres Minut yang cepat bergerak atas laporan masyarakat," ujarnya.

Saat penjemputan di Bandara Sam Ratulangi, keluarga para korban yang tampak sangat terharu bisa kembali berkumpul dengan anak-anaknya setelah sekitar enam bulan tidak bisa bertemu. (antara/fat/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler