Irman Gusman soal Papa Minta Saham: Sudah Gaharu Cendana Pula

Minggu, 06 Desember 2015 – 08:19 WIB
Irman Gusman. Foto: dok.JPNN

jpnn.com - JAKARTA - Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Irman Gusman yakin Ketua DPR Setya Novanto bakal memenuhi panggilan Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) besok, dalam kasus Papa Minta Saham.

’’Saya sempat bertemu menjelang salat Jumat di masjid parlemen, beliau akan menghadapi (sidang MKD),’’ terangnya lewat sambungan telepon kemarin (5/12).

BACA JUGA: MKD tak Usah Muter-muter, Kesalahan Setnov Sudah Gamblang

Irman menuturkan, bagaimanapun Setnov punya versi sendiri mengenai apa yang dituduhkan kepadanya. Versi itu tentu harus didengarkan juga agar persidangan lebih berimbang. ’’Mungkin dengan adanya pak novanto nanti akan lebih jelas lagi,’’ lanjutnya.

Bagi Irman, persoalan Setnov akan lebih baik bila dijadikan momentum bersama untuk meningkatkan good governance.

BACA JUGA: Papa Mama Jual Pelabuhan, Papanya Lino, Mamanya Rini

Dalam era keterbukaan seperti saat ini, perilaku siapapun, termasuk pimpinan lembaga negara akan menjadi sorotan publik. Budaya publik makin berubah, namun sebagian masyarakat belum memahami hal tersebut.

Kasus kali ini akan mengedukasi masyarakat untuk berpikir lebih kritis, dan makin mengetahui hak dan kewajibannya. Pada masyarakat yang sudah maju, merka akan kritis misalnya soal pajak, untuk apa saja uang pajak yang mereka bayar akan selalu dipertanyakan. Masyarakat pun makin berani menyuarakan apa yang dia yakini sebagai kebenaran.

BACA JUGA: KPK Diminta Gerak Cepat Usut Skandal Papa Minta Saham

“Apa yang dilakukan Sudirman Said, Maroef Sjamsuddin, dia merasa ini tidak tepat, lalu mengambil posisi,’’ tuturnya.

Hal tersebut memerlukan pengorbanan, dan tingkah laku semacam itu menurut Irman harus didorong untuk dijadikan budaya yang lebih transparan dan akuntabel.

Bila hal itu terjadi, maka akan terwujud civil society yang sesuai dengan cita-cita bangsa sejak awal berdiri. Setnov, lanjutnya, bisa jadi juga masih dalam tahap transisi seperti masyarakat pada umumnya. Beranggapan sebagai ketua dia bisa melakukan apa saja, namun tidak menyadari ada dampak yang ditimbulkan.

Ditambah lagi, kemajuan teknologi membuat setiap gerak gerik pimpinan lembaga akan terpantau dengan mudah dan terpublikasikan. Mengenai inti persoalan dugaan pelanggaran etik etik Setnov, Irman memilih tidak berkomentar karena menurut dia sudah jelas dan terang benderang.

’’Sudah gaharu cendana pula. Sudah tahu bertanya pula, kan tidak perlu itu,’’ tambahnya. (byu/gun)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Golkar Akhirnya Pecat Wakil Ketua DPRD Tersangka Suap


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler