ISIS Kekurangan Tenaga IT dan Media

Sabtu, 30 April 2016 – 15:24 WIB
Ilustrasi: ara news

jpnn.com - MOSUL - Puluhan ahli information technology (IT) asing dari kelompok militan ISIS melarikan diri dari jajaran kelompok yang ada di Mosul, Irak. Sejumlah sumber mengatakan, kini terjadi kekosongan yang luar biasa di pusat-pusat media ISIS di wilayah tersebut.

"Sumber pro-ISIS mengakui bahwa kelompok tersebut telah menderita kekurangan pekerja media dan pakar IT. banyak dari mereka telah meninggalkan posnya, terutama setelah pasukan koalisi pimpinan AS mengintensifkan serangan udara di pusat komando ISIS di Irak utara dan Syria," kata kepala media center Nineveh Raafat al-Zarari, seperti dikutip dari Ara News, Sabtu (30/4).

BACA JUGA: Basis Abu Sayyaf Digempur, Hasilnya Lumayan

Gelombang hengkangnya para pakar IT dan media (tim propaganda ISIS) ini berbarengan dengan ratusan jihadis asing yang meninggalkan ISIS.

Al-Zarari menjelaskan bahwa mayoritas ahli teknis yang melarikan diri ini memegang paspor Amerika Serikat. Selama ini mereka bekerja di departemen media ISIS. "Beberapa dari mereka menyiapkan laporan multimedia untuk meningkatkan propaganda kelompok dengan cara yang canggih. Mereka juga memberikan materi besar-besaran di media sosial," tandas Zarari.

BACA JUGA: Sampai Kapan Menunggu Upaya Filipina? JK Bilang...

Selain itu, mereka, bersama dengan tim keamanan, bertugas mengamati dan memonitor perangkat pintar dan komputer penduduk setempat di Mosul.

"Sejumlah teknisi Amerika telah melarikan diri Mosul dan menyeberang ke Turki melalui Syria awal pekan ini, sementara pekerja media yang tersisa tidak memiliki keahlian teknis yang memadai untuk melakukan pekerjaan yang sama dari orang-orang teknisi," ujar seorang sumber yang dekat dengan ISIS.

BACA JUGA: Ngeri! Abu Sayyaf akan Lakukan Eksekusi Lagi

"Warga di Mosul harus merayakan sekarang; karena file-file khusus mereka di smartphone aman, tidak akan lagi diambil," ujar sumber itu. (adk/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Menangis..Lesu, Warga AS Dihukum Kerja Paksa di Korea Utara


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler