ISPO, Ajang Gali Potensi Siswa Daerah

Rabu, 23 Februari 2011 – 22:01 WIB

JAKARTA--Kegiatan Olimpiade Proyek Sains Indonesia atau Indonesian Science Project Olympiad (ISPO) kembali digelar mulai 23-24 Februari 2011 di Balairung Universitas Indonesia, Depok, Jawa BaratAgenda tahunan yang berlangsung sejak 2009 ini meloloskan 170 proyek penelitian dari 618 proyek yang diusulkan.

Wakil Menteri Pendidikan Nasional Fasli Jalal menyampaikan, kegiatan ini merupakan langkah awal untuk memupuk dan membangun jiwa meneliti bagi siswa

BACA JUGA: Unhan Miliki Pusat Riset Perbatasan

Menurutnya, potensi anak Indonesia masih banyak yang belum digali secara maksimal.

"Dengan kegiatan seperti ini diharapkan tidak ada lagi elit-elit sains yang hanya berkumpul di kota besar saja
Dilihat dari pesertanya yang datang dari Aceh sampai Papua, bisa kita ketahui anak-anak pintar kita ada di mana-mana

BACA JUGA: Kritik Sekolah, 12 Guru Dimutasi

Tinggal bagaimana kita memfasilitasinya saja," katanya usai meninjau stan pameran peserta di Balairung Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Rabu (23/2).

Selain memupuk jiwa penelitian bagi siswa, lanjut Fasli, kegiatan ini juga mampu untuk meningkatkan kejujuran siswa terhadap data, serta kerja cerdas terhadap analisa
“Yakni, di samping akan memberikan kontribusi, apa yang mereka hasilkan dari penelitian juga  dapat dimanfaatkan,” jelansya.

Sekadar diketahui, kegiatan yang terbuka bagi siswa SMP/MTs, SMA/MA, dan SMK seluruh Indonesia ini meliputi enam bidang lomba

BACA JUGA: Mafia Proposal Berkeliaran di Sekolah Swasta

Antara lain, fisika, kimia, biologi, teknologi, lingkungan, dan komputerSelama dua hari para siswa memamerkan karyanya untuk dinilai oleh dewan juriPenutupan dan pengumuman pemenang akan dilakukan di Sasono Langen Budoyo Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pada Jumat, (25/02) mendatang

Adapun mantan Mendiknas Bambang Sudibyo, selaku Presiden ISPO, meminta kepada para siswa agar dalam usaha mereka menjadi seorang peneliti handal tidak melupakan moral dan etika"Seiring berkembangnya science, jangan lupakan etika dan moral, sehingga menjadi pribadi yang unggul dalam ilmu pengetahuan, bermoral dan beretika," ujarnya(cha/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... RUU PT Bukan Pengganti UU BHP


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler