Istimewa, Laba Bank DKI Melesat 286 Persen

Rabu, 03 Agustus 2016 – 01:04 WIB
Bank DKI. Foto: Jawa Pos

jpnn.com - JAKARTA – Bank DKI menunjukkan kinerja yang lebih baik pada semester pertama tahun ini. Laba Bank DKI per Juni menyentuh angka Rp 332,05 miliar. Artinya, ada peningkatan signifikan dibanding tahun lalu.

Saat itu, pada periode yang sama, Bank DKI membukukan laba Rp 85,61 persen. Itu berarti kenaikan laba mencapai 286,05 persen.

BACA JUGA: Aturan Pelaksanaan Jenis dan Tarif PNBP Sektor Perhubungan Udara Diterbitkan

Direktur Utama Bank DKI Kresno Sediarsi mengatakan, kenaikan kinerja laba ini didorong oleh peningkatan pendapatan bunga bersih yang tumbuh 25,98 persen (YoY) dari Rp 1,02 triliun per Juni 2015 menjadi Rp 1,28 triliun per Juni 2016.

Sedangkan pendapatan operasional selain bunga juga meningkat sebesar 89,91 persen dari Rp 109,30 miliar per Juni 2015 menjadi Rp 207,42 miliar per Juni 2016.

BACA JUGA: 8 Bandara ini, Gunakan Sistem Data Penerbangan Online

Peningkatan pendapatan operasional selain bunga, utamanya didorong oleh pendapatan surat berharga sebesar Rp 56,57 miliar. Per Juni 2016, total asset Bank DKI tercatat sebesar Rp 38,83 triliun dengan penyaluran kredit sebesar Rp 24,68 triliun, dan dana pihak ketiga sebesar Rp 27,56 triliun.

Komposisi dana pihak ketiga Bank DKI per Juni 2016 terdiri dari giro sebesar Rp 7,87 triliun, tabungan Rp 6,21 triliun, dan deposito sebesar Rp 13,48. Komposisi ini menunjukkan rasio CASA Bank DKI mencapai 51,08 persen, sedikit membaik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang berkisar di 48,38 persen.

BACA JUGA: Strategi MenPAN-RB Sukseskan Tax Amnesty

Perbaikan kinerja keuangan ini mendorong perbaikan pada sejumlah rasio keuangan. Seperti NPL Net yang membaik dari sebelumnya 4,27 persen per Juni 2015 menjadi 3,76 persen per Juni 2016.

ROA meningkat dari 0,78 persen per Juni 2015 menjadi 2,33 persen per Juni 2016 dan ROE meningkat dari 4,46 persen per Juni 2015 menjadi 14,20 persen  per Juni 2016.

Rasio LDR Bank DKI tercatat meningkat dari 82,03 persen per Juni 2015 menjadi 89,5 persen  per Juni 2016. Rasio BOPO tercatat membaik dari 92,96 persen per Juni 2015 menjadi 79,25 persen per Juni 2016.

Selain itu, untuk memperbaiki struktur pendanaan, Bank DKI juga telah melakukan Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Bank DKI tahap pertama pada Juni 2016 kemarin sebesar Rp 1 triliun dari total Rp 2,5 triliun yang diterbitkan secara bertahap dalam periode dua tahun ke depan.

“Manajemen yakin Bank DKI telah mulai mengarah pada pertumbuhan yang lebih sehat” ujar Kresno. (far/jos/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ekonomi Lesu, Investasi Tetap Naik


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler