Jadi Tameng Pacar, Wanita Hamil Muda Tewas Didor Polisi

Rabu, 22 Maret 2017 – 12:28 WIB
Andrew Coffee IV dan Alteria Woods. Foto: Tanya Clark/WWWN

jpnn.com, FLORIDA - Operasi penggerebekan narkoba di Gifford, Florida, AS, Minggu (19/3) pagi waktu setempat, berakhir dramatis.

Alteria Woods (21), wanita yang dilaporkan sedang hamil empat bulan tewas terkena timah panas Tim SWAT kepolisian di Florida. Alteria berada di tempat yang tidak tepat.

BACA JUGA: Anak Presiden Dapat Kantor di Istana, Gajinya?

Alteria adalah kekasih dari Andrew Coffee IV (23 tahun). Dia dan ayahnya, Andrew Coffee III adalah target operasi. Alteria terjebak dalam baku tembak.

Ceritanya, saat Andrew III melihat polisi sudah mengepung rumah mereka di 45th Street and 35th Avenue, dia berlari keluar dari rumah. Namun, dia cepat tertangkap dan ditahan.

BACA JUGA: 3 Besar Negara Tujuan Ekspor Indonesia

Nah, melihat kejadian itu, Andrew IV mempersenjatai diri dengan pistol. Entah apa yang ada di kepalanya, Andrew IV menggunakan pacarnya sebagai perisai.

Dor dor dor! Dari informasi yang dihimpun lewat sejumlah media di Negeri Paman Sam, Andrew IV yang mulai menembak ke arah polisi dari jendela kamar tidur.

BACA JUGA: Helmi Sering Huni Penjara, Tapi Tak Kapok Juga

Salah satu petugas menderita luka tembak di bahunya. Polisi membalas. Di situlah...diduga satu peluru menghantam Alteria Woods. Alteria tewas di tempat, pacarnya ditahan. Versi polisi, setelah penembakan itu, petugas menggeledah rumah dan diduga ditemukan narkoba.

Indian River County, Sheriff Deryl Loar mengatakan, Andrew IV memang memanfaatkan pacarnya untuk berlindung. "Itu tindakan pengecut, menggunakan dia (pacarnya) sebagai perlindungan," ujar Sheriff Loar seperti dikutip dari CBS12.

Namun Sherrif Loar juga menyatakan penyesalan atas tewasnya Alteria yang tak bersalah. "Kami meratapi kepergian Alteria Woods. Pikiran dan doa kami untuk keluarganya.

Arlene Cooper, bibi dari Alteria, mengatakan pihak keluarga sangat terkejut dengan insiden ini. "Kami baru mendengar, belum tahu apa yang harus kami lakukan. Saya sangat terkejut. Empat bulan hamil," ujarnya.

Senin (20/3) kemarin, Andrew III dan Andrew IV sudah diseret ke pengadilan dengan beragam tuduhan, termasuk percobaan pembunuhan.

Sementara warga sekitar banyak menanggapi kasus ini dengan sinis. Ini menyusul meningkatnya protes dari masyarakat kulit hitam terhadap ketidakadilan para penegak hukum. (adk/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kesal Sama Suami, Amanda Bercinta dengan Anjing


Redaktur & Reporter : Adek

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler