Jakarta Banjir Lagi, Anies Bandingkan Jumlah Pengungsi dengan Era Ahok

Senin, 29 April 2019 – 21:43 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menghadiri HUT Ke-73 angkatan bersenjata RI di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (5/10). Foto: Fathan Sinaga

jpnn.com, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tengah panen kritik karena tidak mampu menanggulangi banjir di ibu kota. Banyak yang menganggap dia tidak berbuat apa-apa untuk mengatasi masalah tahunan tersebut.

Anies tentu tidak pasrah begitu saja dihujani kritik. Dia pun membandingkan dampak banjir saat ini dengan era Gubernur Basuki T Purnama alias Ahok. Bukan soal jumlah titik banjir atau luas wilayah terdampak, tapi jumlah pengungsi.

BACA JUGA: Banjir Lagi, Anies Sebut Masalahnya Bukan di Jakarta

“Coba bayangkan tahun 2015 ada 230 ribu orang mengungsi, kemarin 1.600 orang kenapa terjadi? Jadi kalau dibandingkan sangat kecil dibandingkan dengan 2015,” kata Anies di Balai Kota, Jakarta. Senin (29/4).

BACA JUGA: Banjir Lagi, Anies Sebut Masalahnya Bukan di Jakarta

BACA JUGA: Banjir Jakarta: 2 Orang Meninggal, Ribuan Jiwa Mengungsi

Anies bersikeras bahwa satu-satunya cara untuk mencegah banjir adalah mengendalikan air dari daerah hulu. Dengan kata lain, dia menganggap permasalahan sebenarnya bukanlah di ibu kota.

Bekas menteri pendidikan itu berpendapat, waduk-waduk penahan di wilayah hulu diperlukan agar debit air yang masuk ke Jakarta tidak berlimpah.

BACA JUGA: Pintu Air Manggarai Dipenuhi Sampah, Anies: Bukan dari Warga Kami

“Karena air hujan di hulu tidak dikendalikan, begitu hujan ya langsung mengalir, kalau itu dibuatkan waduk-waduk maka volume air yang turun akan terkendali. Itulah jangka pendek yang harus segera dituntaskan,” ucap dia.

“Bisa saja kita memperhatikan lebih banyak Jakarta, tapi kenyataannya Bekasi mengalami (banjir), Tangsel mengalami, Tangerang mengalami karena kita semua ada daerah pesisir,” ucapnya.

Diketahui, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat ada dua orang yang meninggal dunia akibat banjir di Jakarta karena terseret arus dan terkena serangan jantung. Selain korban jiwa, BNPB mencatat 2.258 jiwa mengungsi akibat banjir di Jakarta.

Sementara, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menyampaikan pengungsi akibat banjir terus berkurang. Hingga Minggu (28/4) kemarin, Kepala UPT Pusat Data dan Informasi BPBD DKI Jakarta M Ridwan mengatakan pengungsi tinggal 26 orang yang tersebar di Jakarta Selatan dan Jakarta Barat. (jpc)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Banjir Gulung Ratusan Rumah di Pejaten Jakarta Selatan


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler