Jaksa Puas, Abdillah Divonis 5 Tahun

Selasa, 23 September 2008 – 14:06 WIB

jpnn.com - JAKARTA – Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) perkara korupsi pengadaan mobil pemadam kebakaran dan APBD Kota Medan dengan terdakwa Abdillah, tidak merasa gagal menyusun dakwaanMeski majelis hakim menolak dakwaan primer, JPU tetap merasa puas lantaran majelis hakim menjatuhkan vonis 5 tahun penjara

BACA JUGA: Kapolri Segera Tentukan Nasib Kapolresta Pasuruan

Anggota JPU Chaterina Girsang,SH menyatakan, pihaknya tidak sia-sia menyusun dakwaan dan tuntutan.

 “Kita semua melihat, hakim telah menjatuhkan vonis lima tahun kepada terdakwa Abdillah

Dalam membuat putusan, hakim tetap mengacu kepada tuntutan JPU,” ujar Chaterina Girsang, Selasa (23/9).

 Dalam putusan yang dibacakan Senin (22/9), majelis hakim yang dipimpin Edward Patinasarani,SH menyatakan Abdillah tidak terbukti melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 ayat (1) pasal 18 UU No.31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No.20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU No.31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUH Pidana.Jaksa Penuntut Umum (JPU) menggunakan pasal ini dalam dakwaan primer, baik untuk kasus damkar maupun APBD

BACA JUGA: Lebaran, SBY Open House Dua Hari

 Abdillah hanya bersalah karena menyalahgunakan kewenangan dan kesempatan selaku Walikota Medan

Abdillah dinyatakan melanggar pasal 3 jo.pasal 18 UU  No.31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No.20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU No.31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUH Pidana

BACA JUGA: SBY Bantah Bungkam Aktivis Prodemokrasi

Untuk dakwaan subsider perkara damkar dan APBD, JPU menggunakan pasal ini.  

 Ditanya apakah dengan ditolaknya dakwaan primer itu JPU akan mengajukan banding, Chaterina mengatakan, tim JPU belum membicarakan hal ituSedang usai sidang Senin lalu, Chaterina mengatakan ‘pikir-pikir’, mau mengajukan banding atau tidak(sam)


BACA ARTIKEL LAINNYA... Kejagung-Komnas Samakan Persepsi Soal KDRT


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler