Jalan Penghubung Lima Desa di Kerinci Putus Diterjang Banjir

Minggu, 03 Maret 2019 – 14:38 WIB
Banjir bandang dan lahar dingin menerjang Desa Pelompek, Dusun Air Tenang, Kecamatan Gunung Tujuh, Kerinci Selasa malam (26/2) lalu. Foto: jambiekspres/jpg

jpnn.com, KERINCI - Banjir yang melanda wilayah barat Provinsi Jambi, menyebabkan ruas jalan kabupaten, yang menghubungkan lima desa di Kecamatan Kayu Aro, tepatnya di Desa Sangir Tengah pada Selasa lalu nyaris putus.

Akibat lambannya dilakukan perbaikan, sehingga pada Kamis (28/02), jalan tersebut akhirnya benar-benar putus. Hal tersebut menyebabkan, perekonomian warga yang 100 persen merupakan petani tersendat.

BACA JUGA: Banjir Kepung Kota Jambi, Rumah Terendam Sedada Orang Dewasa

Camat Kayu Aro, Edi Ruslan, dikonfirmasi membenarkan putusnya jalan tersebut.

‘’Jalan penghubung lima desa itu yakni Desa Sangir Tengah, Sungai Sampun, Koto Periang, Sungai Tanduk dan Koto Panjang, semuanya terputus,’’ jelasnya.

BACA JUGA: Trauma, Warga Mekakau Ilir Desak Evakuasi Gajah Liar

Mantan Kabag Humas Pemkab Kerinci itu menambahkan, bahwa terputusnya jalan penghubung yang terletak diperbatasan Desa Koto Periang dan Desa Sangir Tengah, setelah dua kali diterjang banjir bandang akhir-akhir ini.

"Setelah diterjang banjir bandang, kemudian tergerus air, akhirnya hanyut hingga terputus," bebernya.

BACA JUGA: Truk Terperosok, Jalan Lintas Payakumbuh-Lintau Putus 12 Jam

Untuk membawa hasil bumi, katanya, petani terpaksa menempuh jalan memutar, yang jaraknya lumanyan jauh hingga 5 sampai 7 kilo meter. Tentunya, akan mengeluarkan biaya yang tinggi, sehingga tidak sebanding dengan hasil jual.

"Lima Desa tersebut jumlahnya hampir 3 ribu jiwa, jika tidak segera ditangani maka dampak ekonomi di Lima Desa akan terpuruk," katanya.

Saat ini kata Camat, sebagai tindakan tanggap darurat, mereka telah berembuk dengan lima kades, untuk membuat jembatan darurat, agar paling setidaknya kendaraan roda bisa lewat.

"Proposal sudah kami ajukan, dan sudah sampai ke pak bupati," ungkapnya.

Dirinya mengharapkan, agar jalan tersebut segera dilakukan perbaikan. Pasalnya, menyangkut perekonomian warga lima desa.

Pantauan dilapangan, dimana terlihat kondisi jalan penghubung antar lima desa yang terputus tersebut, sudah dipasang kayu yang melintang diatas jalan, sebagai tanda kendaraan roda dua maupun roda empat tidak bisa lewat.

Sehingga, warga harus memutar balik dan menempuh jalan alternatif yang jaraknya 5 sampai 7 kilometer. (hnd/wwn/adi/aba)

BACA ARTIKEL LAINNYA... 132 Ton Beras Sudah Siap Untuk Warga Jambi


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler