Jalur Pantura Masih Rawan Lakalantas

Pemudik diminta Waspada

Rabu, 10 September 2008 – 12:44 WIB
JAKARTA – Menteri Perhubungan Jusman Sjafii Djamal meminta pemudik mewaspadai tiga ruas jalan di jalur Pantai Utara Jawa Tengah, yakni ruas Juwana–Pati, Pekalongan–Pemalang, dan Pemalang–Tegal

”Saat ini perbaikan belum selesai  sehingga patut diwaspadai oleh pemudik

BACA JUGA: Aulia Bantah Kesaksian Auditor BPK

Di luar tiga jalur tersebut, kondisi jalan secara umum siap dilalui arus mudik, termasuk jalan Lintas Timur Sumatera antara Jambi–Merak,” ujar Jusman di Jakarta, Selasa (9/9)


Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang yang diperkirakan mencapai 15,799 juta pemudik, pemerintah telah menyiapkan kapasitas angkut bagi 9,988 juta penumpang angkutan umum

BACA JUGA: Palu Hakim Berpihak Ke Asian Agri

Rinciannya, 6,922 juta dibawa dengan angkutan darat, 2,966 juta diangkut dengan penyeberangan ASDP, 2,377 juta dinaikkan kereta api, dan 1,018 juta dilayani kapal laut
”Secara umum, 90 persen proyeksi penumpang bisa diangkut dengan moda transportasi yang ada,” papar Jusman.  

Secara terpisah, Dirjen Bina Marga Hermanto Dardak mengakui, sejumlah pekerjaan jalan tengah berlangsung

BACA JUGA: Ditjen Pajak Sita Ulang Dokumen

Namun, seluruh kegiatan akan dihentikan pada H-10 atau tanggal 20 September mendatang

Jalur yang perbaikannya tidak selesai sebelum H-10 akan dipasangi rambu khusus dan penerangan untuk mengurangi risiko kecelakaan”Beberapa pekerjaan memang masih dilakukan di ruas-ruas Pantura JawaAntara lain, Jakarta–Cikampek dan jalur alternatif dari Purworejo ke Jogjakarta,”   ujarnya

Pekerjaannya, antara lain, perbaikan jalan berlubang serta peninggian dan pemerataan permukaan jalanSelain itu,  dilakukan perbaikan drainase”Kita juga masih membuat jalur alternatif di Lampung sepanjang 205 kilometer yang akan menghemat perjalanan sekitar satu jam,” katanya

Departemen PU juga sedang menambah ketinggian jalan sekitar 50 sentimeter di jalur mudik utama ruas Demak–Rembang sepanjang 8 kilometerJalur  tersebut rawan banjir sehingga ketinggian jalan ditambah dengan konstruksi beton semenSementara, jalan alternatif lingkar Nagrek baru akan dapat diselesaikan dalam dua kali Lebaran lagi

Hermanto menambahkan, waktu tempuh kendaraan pada lintas pantai timur lebih cepat karena arus lalu lintas kendaraan yang relatif lebih sepi daripada ruas Lintas Timur SumateraJalur altematif itu bisa digunakan mulai dari Bakauheni ke Ketapang, kemudian melalui Labuhan Maringgai hingga ke Bojong TenukJalur tersebut disiapkan untuk menghindari kemacetan di Bandar Lampung

Secara umum, kekuatan jalan direncanakan untuk jangka waktu 10 tahunUntuk itu, tiap tahun dilakuan pemeliharaan dan setiap lima tahun jalan ditingkatkanNamun, dalam beberapa waktu, jalan bisa rusak karena kualitas aspal yang digunakan dan angkutan dengan beban berat(noe/agm)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Masa SOHE-Aparat Bentrok


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler