Jangan Macam-Macam! CCTV Awasi Lapangan Sempur 24 Jam

Rabu, 15 Februari 2017 – 15:13 WIB
Lapangan Sempur, Bogor. Foto: Pojoksatu/JPG

jpnn.com - jpnn.com - Wali Kota Bogor Bima Arya terus melakukan perbaikan kinerja.

Tidak hanya mengubah sistem di pemerintahan, ayah dua orang anak ini juga terus berusaha mengubah imej Kota Hujan untuk menjadi lebih baik.

BACA JUGA: Cintai Pejalan Kaki di Kota Bogor

Salah satu yang diprioritaskannya adalah Lapangan Sempur. Baru-baru ini, Bima Arya sudah meresmikan lapangan tersebut.

Lengkap dengan park ranger berikut pengawasan CCTV selama 24 jam.

BACA JUGA: Bima Bakal Hapus Julukan Bogor Kota Sejuta Angkot

Sedemikian pentingkah pengamanan Lapangan Sempur hingga harus diawasi CCTV? Bima Arya yang saat itu ditemui di rumah dinasnya mengaku, dulu sebelum lapangan tersebut direvitalisasi, dia menerima banyak keluhan masyarakat.

Tidak hanya tidak terawat dalam sisi kebersihan. Namun, lapangan yang berlokasi di Jalan Sempur No.2, Sempur, Bogor Tengah, Kota Bogor itu kerap dipakai oknum warga berpacaran.

BACA JUGA: Bima Arya Ogah Ikuti Imbauan MUI Bogor Soal Cap Go Meh

Bima Arya pun lantas mengubah wajah lapangan sempur dengan tagline baru yang multiguna: olahraga untuk keluarga, dari warga untuk warga, untuk keluarga. Yang kemudian diresmikan 5 Februari 2017.

Di balik tingginya bentuk pengawasan yang dilakukan, bagi dia, komitmen untuk membangun secara fisik, pada pengaplikasiaannya kerap tidak seiring dengan komitmen kuat untuk merawat.

”Kadang pemkot maksimal, kadang warganya tidak. Atau sebaliknya, warga kadang menyalahkan karena tidak ingin ada sistem yang kuat karena ada kepentingan mereka yang terusik,” kata Bima kepada Jabar Ekspres, belum lama ini.

Namun begitu, alumni Universitas Nasional Australia ini lantas tidak diam.

Dia belajar dari banyak program yang sudah dilaksanakan. Termasuk, tidak pernah puas untuk mengevaluasi.

Menurutnya, akhir tahun lalu sebenarnya Lapangan Sempur sudah bisa dibuka setelah kurang lebih tujuh bulan revitalisasi.

Namun, dia enggan terburu-buru dengan alasan sistem belum siap. Di antaranya penerangan, CCTV, patroli, perawatan.

”Dengan kata lain, ada anggaran untuk perawatan. Akhirnya baru pada 5 Februari lalu diresmikan,” ungkapnya sambil menambahkan anggaran revitalisasi tersebut menyedot anggaran Rp 2,2 miliar.

Di samping itu, anak pertama dari tiga bersaudara pasangan Toni Sugiarto dan Melinda Susilarini itu juga sangat berharap kontribusi dari masyarakat.

Sebab, dari total 50 orang park ranger yang dilibatkan, merupakan warga sekitar Lapangan Sempur.

Mereka inilah yang kemudian menjadi ujung tombak perawatan dan pengawasan selama 24 jam.

”Mereka ini (park ranger, Red) ada di bawah bidang Pertamanan. Mereka berkoordinasi dengan Satpol PP jika terjadi perusakan dan perbuatan yang tidak menyenangkan (termasuk Kepolisian) di Lapangan Sempur,” tuturnya.

Dia mengatakan park ranger tersebut terdiri dari delapan orang dibagi dalam tiga shif.

Tidak hanya itu, penekanan perawatan itu juga dimunculkan dengan merangsang memiliki dari warga sekitar.

Salah satunya dengan membentuk Payuguban Masyarakat Sempur.

”Paguyuban tersebut dilibatkan juga untuk mengatur jadwal kegiatan, berkoordinasi dengan pihak keamanan dan lain-lain. Banyak fungsi di paguyuban tersebut,” tuturnya.

Tidak hanya itu, untuk meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan, di Lapangan Sempur juga diberlakukan jam malam.

”Pukul 10 malam harus tutup. Termasuk penerangan yang jauh lebih baik dari sebelumnya,” tegasnya.

Disinggung apakah akan ada taman yang akan dibangun? Bima Arya mengungkapkan, sebenarnya masih ada beberapa taman yang akan dibangun lagi, tapi untuk sementara fokus Pemkot Bogor lebih kepada merawat, memelihara dan membangun sistem.

Dengan begitu, taman yang sudah ada tidak lantas sekadar berdiri dan setelah itu terbengkalai. (rie/adv/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... PAN Lirik Gerindra dan NasDem, Demokrat Cuek


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler