Jangan Sampai Jokowi Lakukan Blunder

Senin, 15 September 2014 – 20:23 WIB
Presiden Terpilih Periode 2014-2019 Joko Widodo (kiri) dan Wakil Presiden Terpilih Jusuf Kalla (kanan) saat memberikan keterangan struktur kabinet dalam pemerintahannya di Rumah Transisi Jokowi-JK, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (15/9). Foto : Ricardo/JPNN.com

jpnn.com - JAKARTA - Pengamat politik dari Universitas Negeri Jakarta Ubaydillah Badrun menilai munculnya nama Darwin Silalahi sebagai kandidat kuat menteri Energi Sumber Daya Mineral akan memberikan blunder politik migas pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Menurutnya, munculnya nama Darwin yang digadang-gadang akan menduduki jabatan menteri ESDM bisa memunculkan indeks negatif dari rakyat yang mendukung Jokowi.

BACA JUGA: Jokowi Masih Buka Ruang Partisipasi Publik

Dia mengatakan rakyat akan pesimis terhadap pemberantasan mafia migas yang telah menggerogoti ratusan triliun uang negara apabila mafia migas masih berada di lingkaran pemerintah Jokowi-JK.
"Pemilihan Darwin Silalahi sebagai menteri ESDM adalah hal yang buruk. Akan menimbulkan blunder politik," kata Ubaydillah, Senin (15/9).

Seperti diketahui, Darwin Silalahi saat ini bekerja sebagai Country Chairman Shell Companies in Indonesia dan juga Presiden Direktur PT Shell Indonesia. Darwin adalah orang Indonesia pertama yang mengemban posisi ini sejak mulai bekerja di Shell tahun 2007.

BACA JUGA: SBY: Yang Saya Alami Mudah-mudahan tak Dialami Pak Jokowi

Sebelum menjabat sebagai CEO di PT Shell Indonesia, Darwin Silalahi selama tujuh tahun menjabat Country CEO Booz Allen Hamilton Indonesia, salah satu perusahaan konsultan manajemen strategik ternama dunia.

Pada tahun 1985, ayah dari dua orang anak ini mengawali karirnya di BP (British Petroleum) selama hampir 10 tahun.

BACA JUGA: Dua Pejabat Kemenkumham jadi Tersangka

Dia pernah ditempatkan di Aberdeen (Belgia), London (Inggris), dan Texas (Amerika Serikat), sebelum akhirnya memutuskan untuk bergabung dengan PT Dharmala Inti Utama (DIU) sebagai asisten CEO pada tahun 1994.

Langkah tersebut memperkenalkan Darwin Silalahi dengan dunia manajemen strategik dan membawanya ke Bakrie & Brothers sebagai Direktur Perencanaan dan Pengembangan Perusahaan.

Pada pertengahan 1998, Darwin Silalahi memulai karir pegawai negeri sebagai Plt Direktur Usaha di Kementerian BUMN dengan portofolio BUMN sektor perhubungan, telekomunikasi, dan energi.

Dengan bekerja selama satu setengah tahun di pemerintahan hingga akhir 1999, pengalaman kerja Darwin menjadi serba lengkap: multinasional.

Sebelumnya pengamat geopolitik ekonomi Hendrajit mengomentari terkait masuknya nama CEO Shell Indonesia Darwin Silalahi sebagai kandidat Menteri ESDM atau posisi strategis di pos energi.

Hendrajit berharap presiden terpilih Joko Widodo agar pintar dalam memberikan jabatan di kabinetnya nanti. "Apakah Jokowi-JK serius, lihat postur kabinet. Ada nama Darwin Silalahi. Ada kaderisasi sesuai desain jadi menteri, jadi orang penting di BUMN," kata dia di Jakarta, Senin (15/9).

Dia mengatakan, bekas Wali Kota Solo itu harus kuat dalam membuat kabinet. Dengan begitu, intervensi baik dari eksternal maupun pihak asing tak masuk dan melahirkan mafia migas. "Kalau benar kabinet menguat, Jokowi harus munculkan kekuatan," kata Hendrajit. (boy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Serahkan Rp 6 M ke Staf Anggota DPR di Spa dan Karaoke


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler