Jelang New Normal Kelas Poligami Muncul Lagi, Cara Kilat dapat Empat Istri

Selasa, 09 Juni 2020 – 06:16 WIB
Kelas Poligami muncul lagi. Foto: Instagram @lambe_turah/ngopibareng

jpnn.com, JAKARTA - Kelas Poligami yang sempat viral pada 2018 dan 2019 lalu kini muncul lagi di tengah masyarakat yang sedang berjuang melawan pandemi covid-19.

Poster Kelas Poligami muncul lagi di media sosial dengan embel-embel menyambut new normal.

BACA JUGA: Tokoh Poligami Meninggal Dunia, Tinggalkan 42 Istri, 156 Anak dan 250 Cucu

Panitia kelas itu dalam poster menuliskan tawaran berbagi ilmu, teori, dan praktik poligami langsung dari praktisi handalnya.

"New normal? Poligami!," bunyi paragraf pembuka pada bagian atas poster tersebut.

BACA JUGA: Istri Digoda Lelaki Lain, Pria Ini Mengamuk dengan Parang di Pasar

"Mulai semuanya dengan ilmu, teori dan praktik langsung dari praktisi poligami berpengalaman serta rekomendasi dari ikhwan-akhwat siap beramal poligami."

Kelas poligami ini tentu saja tidak gratis. Ada biaya pendaftaran. Bagi peserta pria biayanya adalah Rp3,5 juta sedangkan untuk peserta wanita Rp1,5 juta.

"Cara Kilat dapat Istri Empat" sesuai syarat, kegiatan ini akan digelar di Bekasi pada Minggu, 28 Juni 2020. Acara digelar mulai pukul 09.00 WIB hingga 17.00 WIB.

BACA JUGA: Menangis Histeris, Gadis Ini Nekat ke Menaiki Kap Mobil Jenazah yang Membawa Jasad Ibunya

Kelas tersebut terbuka bagi siapapun. Tak terbatas pada peserta yang sudah menikah saja tetapi juga yang masih lajang.

Khusus alumni ada promosi pendampingan sampai menikah dengan program khusus.

Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut terkait lokasi pasti kelas tersebut digelar, maka peserta yang sudah mendaftar akan dimasukkan ke dalam grup percakapan khusus.

Namun tentu saja setelah membayar biaya pendaftaran yang ditentukan. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk menjaga privasi.

Adapun kelas ini dibuka dengan kuota yang terbatas. Hanya ada 20 orang yang bisa mengikutinya.

Poster tersebut diunggah oleh salah satu akun gosip @lambe_turah di Instagram. Tak sedikit dari warganet melayangkan berbagai macam hujatan terkait kelas tersebut melalui kolom komentar di akun itu.

Menindaklanjuti informasi ini, pihak kepolisian di Bekasi terlebih dahulu akan menelusuri kebenarannya.

"Kami cari tahu dulu, dicek dulu," kata Kasubag Humas Polres Metro Bekasi Kota Kompol Erna Ruswing Andari. (ngopibareng/jpnn)

Video Terpopuler Hari ini:


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler