Jembatan Jamur Ujung Ambruk, Lalu Lintas Wih Pesam Dialihkan

Jumat, 21 Desember 2018 – 20:59 WIB
Jembatan Jamur Ujung yang abruk di Kecamatan Wih Pesam, Kabupaten Bener Meriah, Aceh. Foto: rakyataceh/jpg

jpnn.com, REDELONG - Arus lalu lintas dari Panteraya menuju jalur dua bandara Rembele–Simpang Tiga, Bener Meriah-Teritit terputus total akibat ambruknya jembatan Jamur Ujung, Kecamatan Wih Pesam, Kabupaten Bener Meriah.

Kondisi tersebut, diperkirakan akan berlangsung hingga selesai pembangunan jembatan bailey sepanjang 30 meter dan lebar enam meter. Hal tersebut ditegaskan Plt Bupati Bener Meriah, Tgk Sarkawi usai mengelar rapat darurat bersama sejumlah SKPK di Pendopo, Rabu (20/12).

BACA JUGA: Tok Tok Tok, Tiga Tahun Bui buat Bupati Penyuap Gubernur

Katanya, tujuan dilaksanakan rapat darurat tersebut guna untuk antisipatif dan mengantisipasi kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana alam. “Terkait bencana alam ini juga telah disampaikan pada Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah dan mendapat jawaban baik,” sebutnya.

Dia menambahkan, gubernur telah memerintahkan pihakya untuk membangun jembatan bailey dalam jangka menengah." Mengupayakan penanganan jangka panjang serta permanen,” ungkapnya.

BACA JUGA: 43 Gajah Masuk Kampung, Warga Arul Cincin Terpaksa Mengungsi

Sarkawi memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Selain membahas pembangunan jembatan darurat, pihaknya juga membicarakan langkah antisipasi potensi bencana seperti longsor dalam rapat tersebut.

“Beberapa warga yang tinggal di tepi dan tebing sungai di kampung Jamur Ujung serta Nosar baru juga telah dihimbau untuk menghindar ke tempat yang lebih aman, sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah Bener Meriah, Camat dan Dinas Sosial akan menangani kejadian ini,” sebutnya.

BACA JUGA: Mulai Diadili, Gubernur Aceh Didakwa Terima Suap Rp 1,05 M

Sementara itu, Kabid Kedaruratan BPBD, Agus Ampera menyebutkan hujan yang berlangsung sekitar 40 menit menyebabkan tebing sungai longsor, sehingga beberapa rumah dikhawatirkan turut ambruk.

“Kita gunakan pabrik di desa tersebut untuk menampung barang-barang warga yang berada di dekat tebing sungai, karena dikhawatirkan sungai terus melebar,” katanya.

Kapolsek Wih Pesam, Ipda M Nasir menambahkan, telah memasang police line dan melakukan pengecekan lokasi. Menurutnya, ada tujuh rumah warga Jamur Ujung yang terdampak banjir. Seluruhnya telah menerima bantuan dari pemerintah daerah. (uri/mai)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Calon Anggota KIP yang Gugur Minta Tim Pansel Diberhentikan


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler