Jembatan Sepanjang 5,4 Km di Kaltim Telan Biaya Rp 8,4 Triliun

Rabu, 09 Agustus 2017 – 10:35 WIB
BAHAS PROYEK JEMBATAN: Pembahasan cukup serius yang melibatkan sejumlah pejabat tinggi Kaltim soal impian besar mewujudkan jembatan Tol Penajam-Balikpapan. FOTO: PROKAL/JPNN

jpnn.com, PENAJAM PASER UTARA - Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Yusran Aspar bisa bernapas lega.

Pasalnya, desain Jembatan Tol Teluk Balikpapan menggunakan dua pylon sudah disepakati, Jumat (4/8).

BACA JUGA: Kisah 4 Warga Diculik Genderuwo, Bertemu Sosok Hitam Seperti Raksasa

Menuurt Yusran, selain menekan biaya pembangunan, desain dua pyon juga rasional untuk penetapan tarif lebih murah.

“Keputusan penentuan tarif dasar memang ditentukan pusat. Tapi, kami berharap semoga tarif yang ditentukan tidak melebihi yang kami harapkan, antara Rp 200 ribu bagi  kendaraan roda empat, dan Rp 15 ribu kendaraan roda dua. Kami juga masih menunggu kepastian lalu lintas harian rata-rata (LHR) sehingga dapat diperkirakan tarif serendah mungkin,” papar Yusran sebagaimana dilansir Prokal, Selasa (8/8).

BACA JUGA: Cuma Modal Visa Kunjungan, Empat Pekerja LRT Asal Tiongkok Dideportasi

Pihaknya sejak awal memang menginginkan pembiayaan tol Teluk Balikpapan dapat ditekan seminimal mungkin.

“Saat ini, anggota dewan bahkan sempat terkejut dengan estimasi tarif Jembatan Tol Teluk Balikpapan yang dapat mencapai Rp 350 ribu dengan empat pylon. Mereka berpikir itu terlalu mahal dan tidak masuk akal. Mereka berharap kalau bisa semurah mungkin, jadi kami setuju dengan desain dua pylon,” jelas Yusran.

BACA JUGA: Dicekal KPK, Sekretaris Daerah Dumai Batal Naik Haji Tahun Ini

Sebagaimana diketahui, dengan rencana menggunakan desain dua pylon, simulasi tarif masuk Jembatan Tol Teluk Balikpapan sebesar Rp 250 ribu untuk mobil dan Rp 25 ribu roda dua atau motor.

Sementara masa konsesi jembatan sendiri selama 40 tahun.

Meski begitu, willingness to pay (WTP) atau keinginan dan kemampuan masyarakat untuk masuk tol cukup tinggi.

Selain lebih murah dari transportasi laut yang ada, pergi melalui jembatan akan menghemat waktu tempuh perjalanan.

“Kami berharap pelaksanaan grounbreaking Jembatan Tol Teluk Balikpapan ini tetap sesuai rencana awal yaitu di tahun 2017 ini,” harap Yusran.

Sementara itu, Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak mengatakan, LHR bukan lagi masalah yang besar.

Sebab, sudah banyak contoh pembangunan infrastruktur di negara lain tak lagi memikirkan kajian lalu lintas harian (LHR).

Misalnya, Tiongkok saat membangun tol dan bandara dengan tak lagi melakukan kajian LHR.

“Yang penting tercipta dulu infrastrukturnya. Saya yakin jembatan ini akan laku karena masyarakat PPU, Paser bahkan hingga Kalsel akan berbondong-bondong ke sini, karena aksesnya sudah mudah,” kata Awang.

Dalam rapat tersebut, Awang juga menegaskan jembatan tol Balikpapan-PPU tetap menggunakan dua pylon  sesuai desain awal.

Penggunaan dua pylon pada jembatan dengan panjang 5,4 kilometer ini akan memangkas biaya konstruksi.

Awalnya, pembangunan menelan biaya Rp 9,4 triliun jika menggunakan empat pylon.

“Kami tetap minta dua pylon dan anggarannya berkurang menjadi Rp 8,4 triliun. Hasil kajian konsultan itu memungkinkan. Jadi, saya rasa tidak akan ada masalah lagi dan rencana ini sudah final,” tegas Awang. (pam/war)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Seludupkan Barang Industri dari Singapura, Dua Kapal Diamankan Bakamla


Redaktur & Reporter : Ragil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler