Jika Ada Gadis di Sofa, Itu Plus-Plus

Kamis, 17 Maret 2011 – 01:46 WIB

Panti pijat yang menawarkan seks biasanya memajang para gadisnya di sofaNamun ada juga yang baru menawarkan seks di tengah pemijatan

BACA JUGA: Pijat Biasa Sejam Rp 45 Ribu, Layanan Pemuas Syahwat Rp 100 Ribu

Pemijatnya punya trik khusus agar tamunya menerima layanan seks mereka.
=============
Alunan house music memekakkan telinga begitu masuk ke dalam PI Massage & Spa di kawasan Nagoya, Minggu (6/3) malam
Suasana ruangan pengap penuh asap rokok, cahayanya remang-remang

BACA JUGA: Sepak Bola Jepang setelah Diguncang Gempa dan Tsunami

Lampu disko berputar-putar, membuat suasana panti itu mirip bar
Warna biru yang mendominasi dinding ruangan terlihat samar

BACA JUGA: Segera Bangun TAJ Mall dan Kolam Renang Tertinggi di Dunia

Ada sertifikat berpigura ditempel di dinding, tanda kalau panti pijat itu memiliki izin resmi.

Baru saja Batam Pos (Grup JPNN) membiasakan mata dengan kondisi di dalam ruangan, seorang pria warga Tionghoa menyambut"Selamat datang Bos-bos kami iniKami merasa terhormat, Bos mau singgah di tempat kamiKami tahu apa yang Bos-bos inginkanPastinya ladies-ladies kami akan men-servis Bos sampai puas," katanya.

Belum sempat dijawab, pria itu kembali berbicaraIa terampil, bak penjual berpengalamanPanti pijatnya, katanya, menyediakan layanan plus"Ladies-ladies kami muda-muda, di bawah 30 tahunSilakan pilih," katanyaA Chui, begitu pria itu dipanggil, menawarkan minuman

Gadis-gadis yang ditawarkan A Chui sudah duduk di sofa abu-abu yang dipasang memanjang ke sampingJumlahnya sekitar tujuh orangPakaian mereka serba minim, ketat dari paha sampai atasBaju yang mereka kenakan hanya dikancing bagian tengahBagian atasnya dibiarkan terbukaBak menantang para tamu, mereka duduk sambil menyilangkan kaki, memperlihatkan pahanya yang mulus.

"Abang sayang, sini dong duduk di pelukan AkuTak rugilah, dijamin asyik lo." Seorang gadis yang duduk di tengah menggoda, melambaikan tangannya.

Melihat Batam Pos tak tergoda, A Chui bangkitIa mengajak masuk ke dalam, melewati deretan para gadis tadi"Yang tadi itu tarifnya Rp150 ribu per jamKalau mau yang lebih bagus, di dalam adaDijamin barang bagusAda yang Rp200 ribu, paling tinggi Rp250 ribu," kata A Chui.

Di dalam, para gadis lain duduk melingkar di sofa berbentuk huruf UParas mereka lebih cantikNamun dandanannya cukup sopanRata-rata mengenakan celana panjang dan t-shirtLampu berdaya 5 watt menerangi ruangan"Duduk sini ajalah, BangKalau di depan kurang asyik, di sini dijamin Abang pasti suka," ujar mereka.

Batam Pos memilih gadis yang duduk di ujung sofaYessi, 22, namanyaGadis itu berkulit kuning, berambut panjang dengan tahi lalat di atas bibirnya"Abang langsung ke kasir ajaBaru kita naik ke atas ya," ujarnya seraya berdiri mengantar ke meja kasir.

Tarif Rp200 ribu per jam harus dibayar di mukaDi depan kasir, Yessi masih minta dibelikan sebungkus rokok filter dan sekaleng soft drinkBegitu dibayar, Yessi langsung mengajak naik ke lantai duaDi sini, suasananya juga remang-remang.

Sekitar 20 kamar berderet di kanan kiriRata-rata berukuran 3 x 2 meterDi depan kamar terpampang tulisan besar-besar yang menyala dihiasi lampu warna merah bertuliskan, "Dilarang Berbuat Asusila"Ternyata setiap kamar sudah ada pemiliknyaYessi misalnya, menguasai kamar di paling ujung.

Usai menunjukkan kamarnya, Yessi menghilangKamar Yessi bersih dan wangiSelain dilengkapi tempat tidur, di dalamnya juga terdapat kamar mandiAroma wewangian menusuk hidung, benar-benar tempat yang pas melepas kepenatan. 

Yessi masuk kamar lima menit kemudianTernyata ia berganti pakaianCelana panjang dibalut t-shirt yang tadi dikenakannya sudah dilepas, berganti daster tipis yang panjangnya selututDi balik daster, Yessi tak mengenakan apa-apaSepuluh menit memijat, Yessi melepas dasternyaPraktis, selama 50 menit Yessi memijat sambil telanjang bulat.

Yessi tak hanya melayani pemijatan di dalam pantiTamu yang ingin membawa Yessi keluar bisa mem-booking dengan tarif Rp750 ribuItu diluar biaya hotel atau makan-minum yang diminta YessiDari tarif Rp750 ribu itu, Yessi mendapat bagian Rp400 ribuSisanya menjadi milik panti pijat.

Pemandangan yang sama juga terlihat di salah satu panti pijat di kawasan pasar Siang Malam, NagoyaDi panti pijat yang menempati ruko tiga lantai berjubel puluhan wanita berpakaian minimMereka duduk rapat di sofa di ruangan berukuran 6x 6 meterSebagian dari mereka tampak bersolekAda yang berkaca di cermin kecil miliknya, ada yang memoles lipstik di bibirBeberapa di antaranya mempermainkan asap rokok putih ke langit-langit ruangan.

Beberapa pria, umurnya di atas 30-an tahun duduk memandangi wanita-wanita ituKepada mereka itulah pekerja panti menawarkan wanita pemijatTarifnya lebih murah, Rp150 ribu per 1,5 jamTarif itu sudah termasuk layanan seks-nya"Tinggal pilih mau yang mana," ujar seorang pekerja, Sabtu (6/3) lalu.

Lia, 22, yang dipilih Batam Pos mengajak naik ke lantai duaNamun sebelumnya, seperti juga di PI Massage & Spa, tamu harus membayar di mukaJika puas dengan layanan gadis pemijat, tamu bisa mengajak mereka keluar panti"CUkup lapor ke kasir karena kami juga melayani panggilan di luar," ujar Lia.

Tarif membawa gadis pemijat keluar Rp600 ribu untuk sekali kencan dan Rp1 juta untuk longtimeDari tarif sebesar itu, gadis-gadis itu mendapat komisi 30 persen"Ada pembukuan tiap hari, jadi kami tahu berapa pendapatan sebulannya dari komisi 30 persen itu," tandasnya.

Ia mengaku bertahan hidup dengan kebaikan tamu yang selalu memberinya uang tipsUang tips ini menurut dia lebih besar dari komisi per bulannya"Kalau sehari dapat dua tamu berarti bisa dapat Rp100 ribuTapi tergantung, ada tamu yang bisa kasih lebih ada juga yang tidak sama sekali," ujarnya.

Jika di dua panti pijat itu tamu langsung dapat layanan seks, di sejumlah tempat lain yang didatangi Batam Pos, tamu baru mendapatkan layanan seks jika sukses bertransaksi dengan pemijatnyaBiasanya, panti pijat seperti itu mengenakan tarif Rp60 ribu per 1,5 jam kepada tamunyaJika ingin mendapatkan layanan seks, tamu harus tawar-menawar dengan pemijatnyaTarifnya beragam, tergantung kepintaran tamu menawarPaling murah Rp100 ribu, paling mahal Rp500 ribu.

Di S Massage yang mengenakan tarif Rp60 ribu per 1,5 jam misalnya, pemijatnya mengenakan pakaian lengkap saat memijatTawaran seks baru datang setelah pemijatan berlansung 30 menitMonic, 24, pemijat di S Massage, memberi tanda dengan menggesek-gesekkan ibu jari dan telunjuknya di betisTarifnya? "Rp300 aja," katanya.

Jika tamu setuju dengan tawaran itu, barulah Monic bersedia melepas celana pendeknyaNamun tamu yang keberatan membayar Rp300 ribu, bisa juga mendapatkan layanan seks jika pintar merayu MonicSemuanya tergantung kepintaran menawarKarena uang transaksi di dalam kamar, semuanya masuk kantong pemijat.

Wanita-wanita pemijat punya trik khusus agar tamunya mau menerima layanan seks merekaAmel, 25, pemijat di C Massage di Sagulung, melepas handuknya jika tamu yang dipijatnya tak kunjung meminta layanan lebihBiasanya, Amel memijat dengan hanya melilitkan handuk tipis di tubuhnya.

Sabtu (5/3) malam lalu, Amel pun memijat dengan hanya mengenakan handukSelama pemijatan ia menawarkan layanan seksKarena tak kunjung diiyakan, Amel melepas handuknya"Kalau sudah tak pakai apapun, masak masih tak mau," katanya sambil tersenyum.

Amel memasang tarif Rp150 ribu untuk layanan seksNamun tarif itu masih bisa ditawar, tergantung kepintaran tamu tadiSabtu malam itu, Amel menurunkan tarifnya jadi Rp100 ribu

Menurut Amel, tak gampang mendapatkan tamu untuk layanan seksKetatnya persaingan membuat para wanita pemijat harus pandai-pandai memberi pelayananApalagi, panti pijat-panti pijat yang memberi layanan seks jumlahnya sangat banyak, lebih dari 100 panti

Namun ada juga pemijat yang bersikukuh tak mau memberi layanan seks jika tarifnya tak sesuaiIwel, 20, pemijat di T Spa & Massage di kawasan Seraya, misalnyaIa mematok tarif Rp500 ribuDirayu berkali-kali ia tak menurunkan tarifBatam Pos awalnya menawari Rp100 ribu, lalu naik Rp250 ribuNamun dengan enteng ia menjawab, "Buat bedak saja tidak cukup," katanya.

Iwel mengaku, tarif Rp500 ribu yang ia patok sebanding dengan wajah dan tubuhnya yang molekIa mengaku masih muda, dan belum pernah punya suami, apalagi punya anak"Aku tidak virgin lagi, tapi dijamin masih sempit," katanya menggoda.

Rudianto, 30, sebut saja begitu, mantan pencari klien untuk sejumlah panti pijat di Batam, yang mengantar Batam Pos keliling panti pijat, mengatakan hampir 98 persen panti pijat di Batam menawarkan layanan seks"Kalau ada 100 panti, mungkin hanya dua yang murni pijat kesehatan," katanya.

Dulu, katanya, ia sering membawa para ekspatriat ke panti pijat-panti pijatJika berhasil membawa mereka, ia mendapatkan komisi"Delapan tahun saya jadi calo, sekarang sudah berhenti," tuturnya.

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Batam mencatat hanya 77 panti pijat yang terdaftar di BatamKawasan paling berkembang pesat setelah Nagoya adalah Batuaji dan SagulungDi Batuaji dan Sagulung, ada sepuluh panti pijat.

Berdasarkan UU Nomor 10 Tahun 2009 , panti pijat termasuk dalam kategori pariwisata di bidang spa dan kebugaranSebelumnya, Pemerintah Kota Batam telah menetapkan status panti pijat dalam Perda Nomor 17 Tahun 2001 yang menyatakan penyelenggaraan jasa usaha sarana pariwisata, masuk dalam kategori pengusahaan jasa rekreasi dan hiburan khusus bagi wisatawan.

"Objek Perda itu diperuntukkan ke situDasar hukumnya jelas, dimana Dispar memberi fasilitas memberi kenyamanan pada para wisatawan," ujar Rudi.

Ditanya soal maraknya panti pijat yang memberi layanan seks, Rudi mengatakan, itu merupakan sesuatu yang sulit dihilangkan"Namun, kami merespon dengan memperketat pengawasan dengan melibatkan beberapa instansi seperti Bina mitra Polda Kepri dan Satpol PP untuk turun ke lapanganPanti pijat nakal akan kami tindak," kata Rudi.

Jika ketahuan, kata Rudi, Dinas Pariwisata akan mengirimkan surat teguran sebanyak tiga kali"Kalau bandel, izinnya akan dicabut dan dilarang beroperasi."

Ketua Asosiasi Jasa Hiburan Barelang (Ajahib) Gembira Ginting mengatakan, ada lebih dari 390 pusat hiburan dan panti pijat di BatamNamun hanya 30 persen yang bergabung dalam Ajahib, dan sebagian besar juga belum mempunyai izin dari pemerintah.

"Ini yang menjadi pembahasan kami, masih banyak di lapangan yang belum terdata dan mendapat izinBuka usaha "kucing-kucingan", dan tidak terdaftar pula di Ajahib," katanya.

Ginting meminta pemerintah dan instansi terkait bertindak tegas"Mari bersatu menyelesaikan ini semuaApakah mereka ada beking dari aparat, ini yang akan kita tahuJangan nanti ada kasus traficking untuk dijadikan pekerja terapi vulgar, kita juga yang terseretPadahal mereka tidak masuk dalam keanggotaan kami," ujar Ginting(gas/med/spt/m2/eja/thr/cha)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kisah Pasutri Surabaya yang Berwisata di Jepang ketika Terjadi Gempa dan Tsunami


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler