JK: Saudara Terbaik adalah Negara Tetangga

Selasa, 04 Agustus 2015 – 13:41 WIB
JK: Saudara Terbaik adalah Negara Tetangga. Foto JPNN.com

jpnn.com - JPNN.com JAKARTA --  Wakil Presiden Jusuf Kalla menegaskan, butuh kerjasama yang baik oleh kepolisian antarnegara ASEAN untuk meningkatkan keamanan serta fungsi pelindung, pelayan dan pengayom masyarakat.

Karenanya, butuh profesionalitas, kerjasama dengan sistem yang baik dari kepolisian antarnegara tetangga di ASEAN.

BACA JUGA: Ketum Muhammadiyah Terpilih Harus Tingkatkan Peran Kebangsaan

"Selalu kita tekankan bahwa saudara yang terbaik adalah negara terdekat. Oleh karena itu ASEAN sebagai negara terdekat haruslah menjamin stabilitas dan mutu negara masing-masing," kata JK membuka Konferensi ASEAN Association of Chiefs of Police (ASEANAPOL) atau pertemuan polisi kawasan ASEAN ke 35, di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (4/7).

Selain menyambut Masyarakat Ekonomi ASEAN, JK mengatakan kerjasama ini juga penting untuk menyelesaikan masalah kriminalitas yang menggunakan teknologi tinggi dan tindak pidana seperti kejahatan-kejahatan cyber, perdagangan orang, narkoba, pencucian uang, pemberantasan korupsi dan illegal fishing.

BACA JUGA: Keruk Ikan di Perairan Anambas, 6 Kapal Vietnam Ditangkap

"Oleh karena itu, pertemuan kepolisian ASEAN ini sangat penting," tegas JK.

Berdasarkan pengalaman banyak kejahatan yang melibatkan berbagai negara. Misalnya, kejahatan cyber crime oleh pelaku di negara lain yang beroperasi di Indonesia. Begitu juga kejahatan terorisme.

BACA JUGA: Kecapekan sejak Ditahan, Mas Gatot Pilih Tolak Pemeriksaan

Di Indonesia begitu mudah mendapatkan logistik dari negara tetangga. Sebaliknya, dari Indonesia pelaku terorisme mudah menyeberang ke negara tetangga.

Belum lagi kata dia, banyak terorisme di Indonesia jadi pelatih di negara lain. "Karena itu butuh kerjasama mengatasinya," tegasnya.

Selain itu, maraknya illegal fishing juga menjadi perhatian. Pelaku kebanyakan dari luar negeri. Termasuk kapal-kapal illegal yang beroperasi, penyelundupan, perdagangan orang, yang semuanya membutuhkan kerjasama yang luas antarnegara ASEAN untuk diberantas.

Karena itu, JK menambahkan, peningkatan keamanan dengan saling bertukar informasi baik intelijen atau kepolisian sangat penting.

"Kita tidak ingin region ini terjadi di Timur Tengah yang rusak," katanya.

Kepala Polri Jenderal Badrodin Haiti menegaskan, Aseanapol yang sudah memasuki usia ke 35, merupakan momen penting bagi Indonesia yang menghadapi MEA 2015.

"Indonesia tetap berkomitmen untuk berkontribusi kepada ASEAN," tegas Haiti di kesempatan itu.

Ia menambahkan, ada beberapa isu yang akan dibicarakan, seperti pengedaran narkoba, perdagangan manusia, terorisme, pidana margasatwa dan lain-lain.  

Dia berharap Konferensi Aseanapol, ini akan menghasilkan kebijaksanaan yang lebih nyata dan lebih banyak aktivitas bersama.

"Seperti maintenance training, pembangunan kapasitas, technical assistance dan ilmu pengetahuan forensik," katanya.

Lebih lanjut Haiti berharap berbagai diskusi pada konferensi ini akan menumbuhkan lebih banyak komunikasi yang personal. Konferensi Aseanapol pertama kali digelar di Manila, Filipina pada 1981. (boy/jpnn)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Demi Bertemu Jokowi, Pria Ini Berjalan dengan Egrang dari Yogya hingga Jakarta


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler