JAKARTA --Jubir Tim Kampanye Nasional JK-Wiranto, Indra J Piliang mengatakan, JK masih konsisten sebagai sosok yang anti terhadap privatisasi BUMN (menjual aset negara ke investor asing)JK berasumsi, BUMN bisa dikelola secara mandiri untuk kemaslahatan ekonomi rakyat
BACA JUGA: Visi Capres Soal Perumahan Diragukan
Dikatakan, JK sudah menyiapkan moratorium privatisasiBACA JUGA: Setiap Pekan, Elektabilitas JK-Win Naik 7 %
"Saya jamin, akan lahir petarung-petarung yang baik di tingkat regional dan global yang bisa mendorong BUMN menjadi pesaing di dunia usaha internasional," kata Indra Piliang di Jakarta, Rabu (24/6)
BACA JUGA: Capres-Cawapres Lupa Illegal Logging
JK pun diposisikan sebagai 'musuh' kelompok kepentingan luar negeri yang menginginkan privatisasi BUMN di Indonesia terus berlangsung.Indra mencobntohkan, saat JK menjabat menteri perindustrian dan perdagangan di era Gus Dur, beliau berani menolak proposal IMF (Dana Moneter Internasional) yang sebenarnya menghancurkan perekonomian Indonesia"Sosok JK saat ini, saya yakini terus diawasi oleh asing," tambah Piliang lagi.
Senada dengan Indra, Ekonom dari lembaga kajian ekonomi Econit (Economy Industry and Trade) Dr Hendri Saparini, membantah alasan privatisasi karena buruknya SDM dalam negeriIa nilai alasan itu semakin memojokkan dan menunjukkan ketidakpercayaan pada SDM Indonesia sendiriMenurutnya, argumentasi birokrasi korup ini diembuskan sebelum krisis ekonomi 1997-1998"Siapa bilang BUMN pasti korup? Di negara-negara lain, BUMN bisa berdaya saingTidak adil ajukan argumen korupsi," tegas Hendri(ysd/JPNN)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Elite NU Diminta tak Komentari Capres
Redaktur : Tim Redaksi