Jokowi Diminta Hentikan Proses Seleksi Dirut Pertamina

Jumat, 21 November 2014 – 16:07 WIB
Menteri BUMN, Rini Soemarno dan Presiden Joko Widodo. Foto: dok/JPNN.com

jpnn.com - JAKARTA - Direktur Excutive Energy Watch, Ferdinand Hutahaean menegaskan proses seleksi pemilihan Direktur Utama Pertamina yang sedang dilakukan oleh Menteri BUMN Rini Soemarno dengan melibatkan PT Daya Dimensi Indonesia harus segera dihentikan dan dievaluasi sejak dini.

Dia mendesak Presiden Joko Widodo menolak semua calon yang sudah diuji PT DDI. "Ini sangat penting dan mutlak dilakukan," tegas Ferdinand, di Jakarta, Jumat (21/11).

BACA JUGA: Ini Empat Pemicu Kepuasan Publik Terhadap Jokowi Merosot

Ferdinand menjelaskan, alasan penghentian dan evaluasi itu dikarenakan nama yang mencuat dari hasil uji kelayakan yang dilakukan oleh Rini seperti Widhyawan adalah Stafsus Menteri ESDM yang pernah diperiksa KPK terkait kasus Suap di SKK Migas.

Selain itu, kata dia, salah satu calon yang sering disebut oleh publik, yakni mantan Dirut Telkom Rinaldy Firmansyah juga diduga terlibat sejumlah kasus internet kecamatan. "Masa orang-orang yang sudah gagal begini mau dinaikkan lagi mengurus perusahaan sebesar Pertamina?" paparnya.

BACA JUGA: Komisi IX DPR Tuding Jokowi-JK Kehabisan Ide dan Tidak Kreatif

Dia pun menyoroti keberadaan PT DDI yang digunakan Rini sebagai pihak eksternal. Dia menegaskan bahwa PT DDI diduga adalah perusahaan yang terkait dengan keluarga Soemarno. "Ini sangat tidak fair, ada unsur dugaan nepotisme dalam penunjukan PT DDI dalam hal ini yang sangat mungkin berdampak pada tidak jujurnya hasil uji kelayakan," ungkapnya.

Selain itu, dia menduga ini sarat dengan pesanan menteri yang menginginkan calon dirut yang ada duduk di Pertamina. "Sebagai jalan menguasai bisnis migas dari hulu hingga hilir oleh kelompok mafia," pungkasnya. (boy/jpnn)

BACA JUGA: Cegah PNS Terjerat Narkoba, MenPAN-RB Gandeng BNN

BACA ARTIKEL LAINNYA... BBM Naik, Status Siaga I Belum Dicabut


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler