Jokowi Diminta tak Abaikan Saran KPK Dalam Memilih Menteri

Jumat, 24 Oktober 2014 – 19:55 WIB
Jokowi Diminta tak Abaikan Saran KPK Dalam Memilih Menteri. JPNN.com

jpnn.com - JAKARTA - Mantan Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Yunus Husein meminta Presiden Jokowi lebih selektif memilih menteri. Ia menyarankan Jokowi agar tidak mengabaikan rekomendasi PPATK dan KPK mengenai calon menteri di kabinet.

"Presiden Jokowi menggunakan formasi dari KPK dan PPATK biar terpilih menteri yang integritasnya terutama ya, relatif bersihlah kalau begitu," kata Yunus di KPK, Jakarta, Jumat (24/10).

BACA JUGA: DPD Yakin Jokowi tak Cuekin Daerah

Menurut Yunus, dengan memilih calon menteri yang bersih dan memiliki integritas bisa mencegah kabinet Jokowi melakukan tindak pidana korupsi. "Daripada ada masalah lebih baik mencegah," ujarnya.

Dalam rekomendasinya, KPK menyebut ada calon menteri yang diberi tanda warna merah dan kuning. Ketua KPK Abraham Samad menyatakan calon yang diberi warna merah dan kuning tidak boleh menjadi menteri.

BACA JUGA: Tiga Kali Disekolahkan Masih Nakal, Kada Dipecat

Soal calon menteri yang diberi tanda warna merah dan kuning pernah diungkapkan Wakil Ketua KPK Zulkarnain. Ia menyatakan calon menteri yang dianggap paling berisiko terlibat kasus korupsi diberikan tanda warna merah. Sedangkan bagi yang kurang berisiko diberikan warna kuning.

Menanggapi itu, Yunus menyatakan apabila ada indikasi bahwa calon menteri terlibat korupsi maka KPK perlu menindaklanjuti. "Kalau memang ada indikasi ya harusnya ditindaklanjuti," tandasnya. (gil/jpnn)

BACA JUGA: Polisi Tertabrak Kereta Api Masih Diobservasi Dokter

BACA ARTIKEL LAINNYA... Tahanan Pakai HP di Rutan, KPK Perketat Kunjungan


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler