Jokowi Harus Lebih Selektif Rekrut Pengisi Pos Migas

Senin, 22 September 2014 – 14:08 WIB

jpnn.com - JAKARTA - Direktur IMES yang juga Anggota Pokja Energi Rumah Transisi, Erwin Usman mengatakan, nama Darwin Silalahi dan Taslim Yunus bukanlah nama yang tepat untuk berada di posisi Menteri ESDM atau Dirut Pertamina. Sebab, keduanya diduga akan membawa kepentingan asing ke dalam ranah kebijakan.

Taslim disebut-sebut, diusung oleh kubu Jusuf Kalla dan Hendropriyono. "Menurut saya tidak cocok, posisi paket ESDM 1 dan Pertamina 1 sangat strategis. Jadi jangan sampai jatuh ke tangan mereka," kata Erwin di Jakarta, Senin (22/9).

BACA JUGA: Jabat Ad Interim Menteri Perindustrian, Dahlan Tak Mau Buru-Buru Ambil Keputusan

Ia menegaskan bahwa Darwin dan Taslim diduga bagian dari sindikat Multinational Company yang sudah mengobrak abrik tata kelola migas. Meskipun, kata dia, Taslim dan Darwin adalah nama yang berasal dari dua kubu yang berbeda, bukan berarti kedua kubu saling bersimpangan.

"Kita tidak tahu kan kalau kedua kubu itu sebenarnya bekerjasama. Siapa yang tahu kalau kedua kubu itu di luar sana arisan," jelasnya.

BACA JUGA: Polri Gagal Tangkap Pemilik Gudang Solar Ilegal

Pemerintahan Jokowi-JK menurutnya perlu sangat selektif untuk rekrutmen tersebut. "Jokowi sendiri juga sudah punya rencana membentuk Satgas Anti Mafia Migas, yang rekrutmennya dalam catatan kami mesti transparan, akuntabel, dan melibatkan publik," ungkap Erwin.

Sedangkan untuk orang-orang yang pernah menjadi petinggi ESDM, BP Migas, BPH Migas, SKK Migas, dan BUMN dari sektor ESDM tidak perlu dicalonkan kembali untuk masuk kabinet Jokowi-JK. Bagi Erwin pemberantasan mafia migas dipandang perlu karena mafia migas sudah beroperasi sejak era orde baru. (boy/jpnn)

BACA JUGA: Pakar Hukum Jagokan Ayah Farhat Abbas Jadi Jaksa Agung

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pascabentrok Brimob Lawan TNI, Batam Kondusif


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler