Jokowi: NU Tiang Penting Penegakan Pancasila

Minggu, 14 Juni 2015 – 17:11 WIB

jpnn.com - JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri Istiqhosah yang digelar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat. Kehadiran Presiden Jokowi sekaligus memberikan sambutan dan membuka Musyawarah Nasional Alim Ulama NU. 

Dalam sambutannya, Presiden mengatakan NU memiliki peran penting di dalam sejarah kemerdekaan Indonesia. Salah satunya di dalam pembentukan Pancasila sebagai dasar negara. Untuk itu, Presdien berharap kader-kader NU terus berperan aktif dalam membangun bangsa, termasuk memerangi mafia di berbagai sektor yang saat ini masih menjadi hambatan. 

BACA JUGA: Sinyal Jokowi Setujui 22 Oktober Hari Santri

"Saya berharap NU melanjutkan sejarahnya, menempatkan kader NU sebagai tiang penting penegakkan Pancasila," kata Jokowi dalam sambutannya, di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat (14/6).

Hadir juga dalam acara tersebut Ketua Umum GP Ansor Nusron Wahid, Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj, Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudi Antara, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (menteri PAN dan RB) Yuddy Chrisnandi, dan Kapolri Jenderal Badrodin Haiti. 

BACA JUGA: Jokowi: Alhamdulillah, Islam Kita Islam Nusantara

Jokowi pun terlihat khusyuk saat Istighosah berlangsung. Hadir juga istri Presiden RI ke-5 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) Shinta Nuriyah, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nachrowi dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saeful Hidayat.

Meski demikian, dia mengingatkan bahwa tantangan mempertahankan kemerdekaan saat ini jauh lebih sulit daripada tantangan pejuang untuk memperebutkan kemerdekaan itu. Dia menegaskan, ancaman mafia di berbagai sektor yang menyangkut hajat hidup masyarakat, kata Jokowi, harus diberantas untuk kepentingan bersama. 

BACA JUGA: 58 Persen Camat tak Pernah Belajar Ilmu Pemerintahan

‎"Tantangan kita saat ini seperti mafia narkoba, mafia illegal fishing, mafia migas. Karena itu saya berharap NU ambil bagian dalam pembangunan bangsa," ujarnya.

Ketua Panitia Istighosah, Nusron Wahid mengatakan, acara istiqhosah ini untuk menyambut bulan suci Ramadan 1436 H yang tinggal menghitung hari. Pelaksanaan istiqhosah juga menyambut digelarnya Munas Alim Ulama Nahdhatul Ulama di Jombang, Jawa Timur dengan tema memelihara tradisi rohani menjaga keutuhan negeri. 

Untuk itulah, dengan pelaksanaan istighosah menyambut Bulan Ramadhan dan Pembukaan Munas Alim Ulama jelang Muktamar NU serta Hari Lahir Pancasila pihaknya berharap bisa menjadi semangat bagi umat Islam, khususnya jamaah NU dalam menjaga kebhinekaan.

Dalam sambutannya, Nusron juga mengajak jamaah NU untuk mendoakan Presdien Jokowi agar dalam menegakkan pemerintahan selalu tegak lurus demi kesejahteraan rakyat Indonesia.

"Mari kita doakan Presiden Jokowi, semoga dalam menjalankan pemerintahan tegak lurus sesuai ideologi dan dasar negara," katanya.

Said Aqil Siradj dalam mengapresiasi kehadiran Presiden Jokowi. Dia bahkan mengajak jamaah NU untuk mendoakan Jokowi yang akan berulang tahun ke-54, agar panjang umur dan sehat selalu.

"Presiden Jokowi yang tanggal 21 Juni ini ulang tahun, mari kita doakan mudah-mudahan panjang umur, sehat wal-afiat dan sukses pimpin bangsa Indonesia," kata Ketua Umum Pengurus Besar (PB-) NU, Said Aqil Siradj dalam sambutannya.

Munas Alim Ulama NU tahun ini, kata dia, pertama kali diadakan di Jombang, Jawa Timur. Selepas melakukan munas, seluruh alim ulama akan ziarah ke makam Gus Dur.

"Ini pertama kalinya kita melaksanakan Munas di Jombang. Setelah kita melaksanakan Munas kita bisa langsung ziarah ke Makam KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur," ujarnya. Karena itu, dia meminta bantuan NU dalam mendukung pemerintah mensukseskan hal tersebut. (mas/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Indonesia Kirim 462 Delegasi Pramuka ke Jambore Dunia di Jepang


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler