Jokowi tak Mau Lagi Ada Pembagian Anggaran

Jumat, 08 April 2016 – 08:49 WIB
Presiden Jokowi. Foto: dok.JPG

jpnn.com - JAKARTA - Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan, pemerintah ingin agar postur APBN-P 2016 bisa mempertajam program prioritas yang sudah dicanangkan. 

Karena itu, dia berharap agar para menteri betul-betul bisa menjalankan amanat penghematan belanja operasional. "Sebab, anggaran akan diprioritaskan untuk belanja produktif," ujarnya, kemarin.

BACA JUGA: Dipangkas Rp 50,6 T, Ini Pos-pos Belanja yang Kena Sasar

Saat memberikan pengantar pembukaan sidang kabinet paripurna, Presiden Jokowi meminta agar para menteri dan kepala lembaga memfokuskan belanja modal pada infrastruktur. 

“Jangan lagi kita terjebak pada money  follow function, semuanya dibagi rata pada organisasi-organisasi di kementerian yang ada, di lembaga yang ada,” ujarnya.

BACA JUGA: Dirjen Klaim Datanya Lebih Lengkap Dibanding Panama Papers

Menurut Jokowi, dirinya tidak mau lagi ada pembagian anggaran secara rata dalam organisasi, baik di kementerian maupun lembaga. 

Sebab, prioritas harus jelas. Infrastruktur merupakan kunci dalam menekan biaya logistik dan memberikan daya saing  investasi. 

BACA JUGA: Info Penting Bagi yang Hobi Cek Saldo

"Juga mempersatukan kita, baik antarkota antarkabupaten, antarprovinsi, antarpulau," tegasnya.

Jokowi juga menekankan pentingnya reformasi dalam perencanaan dan penganggaran. Dia meminta setiap menteri dan kepala lembaga wajib mengendalikan anggaran di setiap Kementerian/Lembaga  yang dipimpinnya dan tidak diserahkan kepada bawahannya. 

"Pengendalian anggaran fokus pada apa yang akan kita kerjakan. Tidak perlu banyak-banyak program, konsentrasi pada program yang jelas, bermanfaat bagi rakyat, dirasakan oleh rakyat. Dan menciptakan multiplier effect kepada dunia usaha, kepada masyarakat," jelasnya. (owi/sof/sam/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... PAN Dukung Pembahasan Tax Amnesty, Ada Syaratnya


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler