Jokowi Tampak Sedih, JK dan Luhut Malah Tertawa, Ada Apa?

Minggu, 29 November 2015 – 16:02 WIB
Presiden Jokowi (tengah), Wapres Jusuf Kalla (kanan) dan Menkopolhukam Luhut Binsar Panjaitan (kiri) di Bandara Internasional Halim Perdanakusuma Jakarta, Minggu (29/11). FOTO: Natalia/JPNN.com

jpnn.com - JAKARTA – Ada yang berbeda kali ini di Bandara Internasional Halim Perdanakusuma Jakarta, Minggu (29/11).

Presiden Joko Widodo (Jokowi) terlihat sedih sebelum bertolak menuju Paris, Prancis dalam rangka menghadiri Konferensi Internasional Perubahan Iklim atau Conference Of Parties (COP) ke-21. Sedangkan Wapres Jusuf Kalla dan Menkopolhukam Luhut Binsar Panjaitan malah tampak tertawa. Ada Apa ya?

BACA JUGA: Jaksa Agung Harus Telusuri Aset Buron Korupsi

Sebenarnya, suasana itu tampak biasa saja. Ekspresi JK dan Luhut itu hanya merespons wartawan yang memanggil untuk wawancara.

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengungkapkan sejumlah isu yang disampaikannya pada Konferensi Perubahan Iklim. Diantaranya, Jokowi akan membahas isu mengenai kebakaran hutan dan asap yang dialami Indonesia saat menghadiri Konferensi Internasional Perubahan Iklim atau Conference Of Parties (COP) ke-21 di Paris.

BACA JUGA: PDIP: Menteri-menteri Ngerti Nawacita Enggak Sih?

Menurutnya, konferensi itu penting untuk Indonesia berbagi informasi tentang perubahan iklim.

“Kami akan sampaikan hal-hal konkret yang kita kerjakan. Termasuk bentuk Badan Restorasi Gambut, review izin-izin lama, dan moratorium," ujar pria yang akrab disapa Jokowi di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Minggu (29/12), sesaat sebelum bertolak ke Paris, Fraancis.

BACA JUGA: Kapolri: 3 WNA Turki Terkait ISIS Ada di Indonesia

Konferensi itu, ujarnya, juga penting karena kondisi geografis di Indonesia sangat berhubungan erat dengan perubahan iklim terutama karena Indonesia adalah negara kepulauan.

“Kita negara dengan 17 ribu pulau. Kita berada pada posisi yang kalau terjadi perubahan iklim yang sangat cepat, bisa membahayakan. Misalnya, kalau ada kenaikan permukan air laut," imbuhnya.

Perjalanan Jokowi ke Paris didampingi Ibu Negara Iriana, Menhut Siti Nurbaya, dan Menlu Retno LP. Marsudi.

Sebelumnya, Seskab Pramono Anung, mengatakan kedatangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Konferensi Internasional Perubahan Iklim atau Conference Of Parties (COP) ke-21 juga untuk memberi dukungan moral pada pemerintah Paris pasca teror, dua pekan lalu.

“Kepala Negara sekaligus memberikan support moral walaupun COP ke-21 ini isunya tentang climate change dan emisi karbon. Kehadiran ini sangat positif bagi kebersamaan untuk memerangi terorisme dan radikalisme,” kata Pramono.

Sementara itu, terkait keamanan presiden selama di Paris, Pramono meyakini, pemerintah setempat akan menjamin keselamatan tamu negara yang hadir. Pasalnya, bukan hanya Jokowi yang hadir di acara itu tapi juga Presiden AS Barack Obama, PM Rusia Vladimir Putin, dan Presiden RRT Xi Jinping.

“Mereka juga secara khusus memberikan jaminan untuk itu. Akan ada pengaman ekstra,” imbuhnya.

Jokowi dan delegasi akan kembali ke Tanah Air pada Rabu (3/12) pekan depan.(flo/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... JK: UUD 1945 Saja Bisa Direvisi, Apalagi RUU KPK


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler