Jonan Anggap Tak Penting Penyerapan Anggaran Besar

Senin, 02 Maret 2015 – 13:45 WIB
Menhub Ignasius Jonan. Foto: dok.JPNN

jpnn.com - JAKARTA - Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan meminta agar Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) lebih cermat lagi dalam menggunakan anggaran, serta tidak asal menggeluarkan dana.

Jonan menegaskan dirinya tidak mau bila selama ia memimpin perhubungan, anggaran keluar tanpa perincian yang jelas.

BACA JUGA: Butuh Kantor di Pusat Bisnis? Ini Solusi dari Regus Business Centre

"Selasa, saya kasih ceramah dipertemuan KPA. Saya sampaikan bahwa pemegang anggaran Kemenhub jaman saya harus cermat dan hati-hati. Karena saya pikir gini, semua uang APBN harus dipertanggungjawabkan dengan baik," ujar Jonan saat membuka rapat kerja (Raker) tentang sektor laut di kantornya, Jakarta, Senin (2/3).

"Saya tidak ingin lihat kalau banyak hal tidak sesuai dengan peraturan. Kadang ada situasi karena dikejar waktu tidak sedikit yang tidak sesuai aturan," imbuhnya.

BACA JUGA: Harga BBM dan Elpiji 12 Kg Naik Turun, Pengusaha Bingung

Bila disodorkan dua pilihan, harus mendapat dana yang besar atau dana yang rendah, mantan Dirut PT KAI ini lebih memilih untuk mendapatkan dana yang minim. Ia khawatir, anggaran besar justru malah tidak aman dan rawan untuk diselewengkan.

"Saya lebih suka penyerapan rendah, tapi aman, daripada penyerapan banyak tapi tidak aman. Biasanya kalau pesat ramai-ramai, kalau dipanggil sendirian," ungkapnya.

BACA JUGA: Pemerintah Larang BUMD Gandeng Swasta untuk Kelola Blok Migas

Ia menambahkan, kinerja kabinet Jokowi-JK tidak boleh hanya dinilai dari sektor penyerapan anggaran saja. Mengingat dana besar belum tentu seluruh anggaran terserap dengan baik.

"Jadi saya sudah ngomong, ini kinerja kabinet sebaiknya tidak hanya dinilai dari penyerapan. Karena nggak masuk akal. Jangan dinilai dari penyerapan," tandas Jonan. (chi/jpnn)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Payah! Harga Elpiji 12 Kg dan Pertamax Ikut Naik


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler