Jongkong Nelayan Dihantam Ombak di Laut Selatan Jember, 1 Orang Meninggal Dunia

Senin, 01 Agustus 2022 – 23:34 WIB
Warga membawa jenazah korban yang meninggal dunia setelah perahunya terbalik dihantam ombak di perairan Plawangan Puger, Kabupaten Jember, Senin (1/8/2022). ANTARA/HO-Satpolair Jember

jpnn.com, JEMBER - Kecelakaan jongkong nelayan terjadi di laut selatan Kabupaten Jember, Jawa Timur, Senin (1/8). Dalam insiden itu, ada satu orang nelayan tewas dan dua terluka.

"Sebuah jongkong yang ditumpangi satu nakhoda dan dua nelayan terbalik dihantam ombak setinggi dua meter di perairan Plawangan Puger," kata Kasatpolair Polres Jember AKP M. Na'i saat dikonfirmasi wartawan, Senin.

BACA JUGA: 2 Nelayan Cari Peruntungan di Bisnis Haram, Tetapi

Menurut dia, korban meninggal yakni nakhoda bernama Hanafi (50) warga Desa Pugerkulon, Kecamatan Puger yang mengalami luka pendarahan di bagian kepala.

"Dua nelayan yang selamat, yakni Ahmad Nur (55) dan Agil Jubran (17), keduanya warga Desa Pugerkulon yang mengalami luka-luka di bagian kepala, kaki, dan tangan, sehingga masih dirawat di Puskesmas Puger," beber dia.

BACA JUGA: Nelayan Hilang di Laut Natuna, Tim SAR Lakukan Pencarian

Dia menjelaskan kejadian berawal saat ketiga korban menggunakan perahu jenis jongkong yang bertuliskan Aliya hendak melaut mencari ikan dan sesampainya di perairan Plawangan Puger tiba-tiba ombak besar datang dengan ketinggian dua meter.

"Perahu jongkong tersebut dihantam ombak, sehingga terbalik dan menghantam pemecah ombak di Plawangan Puger. Ketiga korban sempat hanyut di sekitar lokasi," ungkapnya.

BACA JUGA: Ombak Besar Robohkan Sejumlah Warung di Pinggir Pantai Depok

Warga yang mengetahui kejadian itu segera menghubungi Satpolair Polres Jember agar dilakukan pertolongan dan mengevakuasi ketiga korban perahu terbalik tersebut.

"Kami segera melakukan pertolongan, namun satu orang yang juga nakhoda perahu meninggal dunia karena hanyut terhantam pemecah ombak (breakwater) dan dua orang ABK selamat," ujarnya.

Na'i menjelaskan semua korban dievakuasi dan kedua korban selamat dilarikan ke Puskesmas Puger untuk mendapat pertolongan karena mengalami luka-luka di bagian tubuhnya.

"Kami mengimbau agar nelayan meningkatkan kewaspadaannya terhadap ancaman gelombang tinggi saat melaut dan diimbau tidak melaut saat cuaca buruk demi keselamatan mereka sendiri," katanya. (antara/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Laksamana Yudo Tegaskan Pemindahan Koarmada I untuk Memantau Pergerakan di Laut China Selatan


Redaktur & Reporter : Elfany Kurniawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler