Jualan Mi Instan, Tiga Bulan Raup Rp 8,92 Triliun

Sabtu, 30 April 2016 – 09:06 WIB
foto ilustrasi: pojoksatu

jpnn.com - JAKARTA – Masyarakat Indonesia memang sangat gemar mengonsumsi mi instan. Buktinya, penjualan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) mengalami peningkatan yang lumayan.

Perusahaan milik Grup Salim itu mencatatkan kenaikan penjualan 10 persen.

BACA JUGA: Ingin Pasang Sambungan Baru Listrik? Ini Penting Diketahui

Dalam laporan kinerja triwulan pertama 2016, INDF mencatatkan penjualan bersih Rp 16,52 triliun atau naik 10 persen bila dibandingkan dengan periode sama tahun lalu. Laba usaha pun naik 7,4 persen menjadi Rp 1,88 triliun. Laba bersih perseroan tercatat tumbuh 24,8 persen menjadi Rp 1,09 triliun. 

’’Kami senang dapat mengawali tahun ini dengan kinerja positif meski terkena dampak melemahnya harga komoditas,’’ kata Dirut dan CEO INDF Anthoni Salim kemarin (29/4).

BACA JUGA: Bulan Depan, Fraksi Harga Saham Diberlakukan

Kelompok usaha strategis produk konsumen bermerek yang dioperasikan PT Indofood CBP Tbk (ICBP) memberikan kontribusi 53 persen. Disusul Bogasari 24 persen, agrobisnis 16 persen, dan bisnis distribusi 8 persen.

ICBP sebagai pemilik produk mi instan mencatatkan penjualan bersih Rp 8,92 triliun, meningkat 12 persen bila dibandingkan dengan triwulan pertama 2015. 

BACA JUGA: Ekonomi Ada Perbaikan, tapi...

Sales mi instan berkontribusi 66 persen terhadap total pendapatan. Diikuti makanan ringan 19 persen, penyedap makanan 6 persen, nutrisi dan makanan khusus 2 persen, serta minuman 2 persen.

Laba usaha ICBP meningkat 31,9 persen menjadi Rp 1,33 triliun, sedangkan laba bersihnya naik 18,6 persen menjadi Rp 944,8 miliar. 

’’ICBP mengawali tahun ini dengan kinerja yang baik,’’ ucap Anthoni yang juga menjabat Dirut dan CEO di ICBP. (gen/c23/noe/sam/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Bank Umum Layani Pembukaan Rekening Efek


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler