Juara Myres 2018: Budaya Literasi Bisa Tangkal Radikalisme

Jumat, 28 September 2018 – 07:13 WIB
Juara Myres 2018. Foto: Istimewa for JPNN.com

jpnn.com, BENGKULU - Pelaksanaan Kompetisi Sains Madrasah Tingkat Nasional 2018 sudah memasuki hari kedua, Kamis (27/9). Sudah ada beberapa agenda yang digelar, mulai dari LKTI, Expo, hingga pameran dan presentasi para finalis lomba Madrasah Young Researcher Supercamp (Myres).

Lomba ini menekankan pada kreativitas siswa Madrasah dalam melakukan penelitian, terutama untuk tiga bidang, yakni Sains Matematika dan Pengembangan Teknologi, Sosial dan Kemanusiaan, serta bidang Ilmu Keagamaan. Kini, Myres ini sudah menghasilkan para juara.

BACA JUGA: Cegah Radikalisme dengan Wawasan Kebangsaan

Salah satunya adalah sepasang siswi asal MAN 2 Bulukumba Sulawesi Selatan, Aenul Huda dan Ulfia Ningsih. Mereka keluar sebagai juara 1 Myres untuk kategori penelitian bidang Ilmu Keagamaan.

Dalam melakukan penelitian, mereka mengangkat tema "Budaya Literasi Berbasis Islam Moderat dalam Menangkal Radikalisme Keagamaan di Kalangan Pelajar". Penelitian ini mereka lakukan di sekolah mereka. Dari hasil penelitiannya, mereka mengungkap adanya budaya yang dapat menangkal radikalisme di kalangan pelajar. Budaya tersebut adalah budaya literasi.

BACA JUGA: Cegah Radikalisme di Kampus, BNPT Gandeng 6 Perguruan Tinggi

"Jadi dari hasil penelitian ini, kami menemukan bahwa budaya literasi dapat menangkal radikalisme," kata Aenul saat ditemui di lokasi pelaksanaan Kompetisi Sains Madrasah (KSM) 2018 di Asrama Haji Bengkulu, Bengkulu, Kamis (27/9).

Dengan budaya literasi kata Aenul, kehidupan keberamagaan di kalangan pelajar akan semakin sejuk. Sebab, tidak ada lagi pengakuan atau klaim bahwa suatu kelompok agama tertentu, sebagai yang paling benar.

BACA JUGA: Infiltrasi Radikalisme Melalui Pengasuh tak Mudah Dideteksi

"Sehingga kalau sudah demikian, tidak ada istilah mengkafirkan kelompok lain yang berbeda pandangan," jelas Aenul, yang diamini oleh Ulfianingsih.

Atas penelitian yang mendalam ini, keduanya pun didaulat sebagai juara 1 untuk kategori penelitian bidang Ilmu Keagamaan. Menanggapi keberhasilannya, mereka bersyukur kerja keras yang mereka lakukan membuahkan hasil.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada guru-guru di MAN 2 Bulukumba yang telah membimbing kami. Berkat bimbingan mereka, kami bisa lebih baik dan bisa menjuarai kompetisi ini," kata Ulfia Ningsih.

Sementara itu, Nur Asmawati, pembimbing 2 siswa berprestasi dalam penelitian tersebut tampak begitu sumringah. Ia yang mendampingin keduanya, sangat senang karena sudah berhasil mengantarkan kedua anak asuhnya menjuarai penelitian tersebut.

"Saya sangat senang pastinya, dan bersyukur, semoga ini menjadi amal kebaikan kita" ujarnya.

Diakuinya, sebelum anak asuhnya itu menjadi finalis sehingga hadir dalam event KSM kali ini, pihaknya terlebih dahulu mengajukan proposal penelitian. Dari ratusan peserta yang mengirimkan proposal penelitian, proposal yang dikirimkan anak asuhnya berhasil lolos 15 besar.

"Kemudian setelah masuk 15 besar, saya dan kedua anak asuh saya diundang untuk mengikuti Workshop Myres. Ini sebagai bimbingan lebih detil seputar penelitian tersebut," ujarnya.

Kemudian pada tahapan selanjutnya kata dia, proposal penelitian anak asuhnya lolos final, yang diambil 6 peserta finalis untuk masing-masing bidang. Keenamnya dihadirkan dalam event KSM 2018 ini untuk melakukan presentasi. "Setelah presentasi, alhamdulillah, kami berhasil keluar sebagai juara," ungkapnya.

Direktur KSKK Madrasah Ahmad Umar mengatakan Myres 2018 bertujuan menumbuhkan minat dan bakat menulis siswa MTs dan MA. Kegiatan ini juga ingin mengenalkan kepada mereka tentang riset atau penelitian sebagai bentuk pengembangan minat dan bakat.

“Kami berharap, ajang ini menjadi sarana pembelajaran bagi siswa dalam menuangkan ide-ide dan gagasan kreatif yang dituangkan dalam tulisan, sekaligus menumbuhkembangkan iklim dan budaya meneliti di kalangan mereka,” tutur Umar. (esy/jpnn)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Dorong Peradaban Lewat Penghargaan Nugra Jasadarma Pustaloka


Redaktur & Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler