Jumlah Korban Tsunami Selat Sunda Mendekati Gempa NTB

Selasa, 25 Desember 2018 – 20:11 WIB
Dampak tsunami Selat Sunda. Foto: BNPB

jpnn.com, JAKARTA - Sejumlah bencana alam besar terjadi di Indonesia pada 2018 ini. Mulai dari gempa bumi Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Agustus 2018, gempa bumi dan tsunami serta likuifaksi di Sulawesi Tengah (Sulteng) September 2018 dan tsunami di Selat Sunda, Sabtu 22 Desember 2018. 

Jumlah warga meninggal dunia akibat tsunami Selat Sunda hingga Selasa (24/12) siang, sudah mendekati dengan korban yang wafat pada saat bencana gempa bumi dan tsunami NTB Agustus 2018.

BACA JUGA: Tsunami Selat Sunda: 882 Rumah Rusak, 16.082 Warga Mengungsi

Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, Selasa (25/12), mengatakan, gempa dan tsunami NTB beberapa waktu lalu telah menyebabkan 564 korban meninggal dunia. Kemudian korban luka-luka 1.886 orang, mengungsi 11.510 jiwa. Gempa juga mengakibatkan 149.715 unit rumah rusak.

"Kerugian mencapai Rp 17,13 triliun," kata Sutopo. 

BACA JUGA: Data Terbaru Korban Tsunami: 429 Orang Meninggal Dunia

Sedangkan tsunami Selat Sunda hingga, Selasa (25/12) siang, telah menyebabkan 429 korban meninggal dunia. Korban hilang 154 jiwa. Korban luka-luka 1.485 orang. Warga yang mengungsi sebanyak 16.082. Rumah rusak 913 unit.

"Kerugian masih dalam pendataan,"  ungkapnya.

BACA JUGA: Simak Kata Pakar tentang Kondisi Psikologis Ifan Seventeen

Korban terbanyak adalah pada gempa bumi, tsunami dan likuifaksi di Sulteng, September 2018 lalu. Adapun korban meninggal dunia  2.101 jiwa. Korban hilang 1.373 jiwa. Luka-luka 4.438 orang. Warga mengungsi 221.450. Rumah rusak 68.451.

"Kerugian  mencapai Rp 18,47 triliun," ujarnya.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menduga tsunami di Selat Sunda diakibatkan erupsi Gunung Anak Krakatau. 

Saat ini, status Gunung Anak Krakatau tetap Waspada (Level 2) dengan radius dua kilometer dari puncak kawah tidak boleh ada aktivitas masyarakat.

Saat ini, proses evakuasi dan pencarian terhadap korban tsunami Selat Sunda masih dilakukan. Sejumlah alat berat masih dibutuhkan. Termasuk bahan kebutuhan  sehari-hari (makanan, air bersih, sanitasi, layanan kesehatan, selimut, tikar, tenda keluarga, sandang, peralatan dapur, pembalut, peralatan bayi, makanan penambah gizi, family kit, dan lainnya. Dibutuhkan pula tenda pengungsi, sarana MCK, genset dan BBM, trauma healing, kantong jenazah dan perbaikan listrik. (boy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kampanye Sandi Belum Rampung, Dylan Sahara Pergi Dini Hari


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler