Jumlah Pengguna Domain .id Tertinggi di ASEAN, Lampaui Milik Vietnam

Senin, 16 Agustus 2021 – 10:59 WIB
Ilustrasi domain internet. Foto: PANDI

jpnn.com, JAKARTA - Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) mencatat sejarah baru dalam pertumbuhan jumlah nama domain .id.

Per 31 Juli tahun ini, jumlah pengguna domain .id berada di angka 534.876. Hasil ini melampaui jumlah pengguna nama domain milik Vietnam (.vn) yang selama ini mendominasi kawasan Asia Tenggara (ASEAN).

BACA JUGA: BSN Dorong Percepatan Perumusan SNI Aksara yang Diajukan PANDI

Melansir situs resmi .vn, per akhir Juli lalu domain .vn memiliki pengguna 531.672, sehingga domain .id sukses menyalip .vn dan menjadi juara di ASEAN.

Raihan itu bisa dianggap sebagai sumbangsih PANDI untuk memperingati Hari Kemerdekaan ke-76 Republik Indonesia.

BACA JUGA: 75 Pegawai KPK Nonaktif, Dewas: Keputusan Pimpinan sebagai Domain Legitimasi yang Sah

Deputi Bidang Pengembangan Bisnis, Marketing, dan Kerjasama PANDI, Gunawan Tyas Jatmiko menjelaskan capaian ini bukan perkara mudah ditambah efek pandemi yang membuat daya beli masyarakat menurun drastis.

Oleh karena itu, diperlukan strategi pemasaran yang tepat dalam memasarkan domain .id agar tetap bisa tumbuh signifikan.

BACA JUGA: PANDI dan TNI Tingkatkan Layanan dan Keamanan Domain

"Saat ini kompetitor terberat kami adalah Vietnam (.vn) yang sebelumnya menduduki posisi puncak di ASEAN. Namun, dari statistik yang ada, seperti prediksi kami bahwa di kuartal III kami yakin akan bisa menyalip .vn dan ternyata terbukti, saat ini .id menjadi juara di ASEAN," ujar Gunawan dalam keterangan resminya, Senin (16/8).

Dari 13 jenis domain .id yang dikelola PANDI, peringkat domain tertinggi masih dipegang oleh ~.id dengan jumlah 205.846. Kemudian my.id di posisi kedua dengan 119.738 dan co.id dengan 110.335.

Wakil Ketua Bidang Pengembangan Bisnis, Marketing dan Kerjasama PANDI, Heru Nugroho menambahkan yang sudah diraih PANDI ini tidak lepas dari penetrasi kolaborasi dengan mitra penjualan untuk melakukan kegiatan online dan offline untuk meluaskan brand awareness domain .id.

"Kami terus merangkul mitra penjualan dalam hal ini registrar untuk bersama-sama melakukan kegiatan awareness, sehingga persebarannya lebih luas. Kami juga bekerja sama dengan mitra di luar bidang IT, sehingga menjadikan PANDI dan .id dikenal luas tidak hanya di kalangan IT, tetapi juga seluruh pemangku kepentingan hingga dikenal lembaga kebudayaan dunia, UNESCO, yang ikut mempromosikan ke ranah internasional sehingga bisa menaikkan citra positif yang berimbas pada peningkatan jumlah pengguna nama domain .id," ungkap Heru.

Data pertumbuhan nama domain di ASEAN per Desember 2020 dihuni oleh Indonesia, Malaysia, Vietnam, Singapura dan Thailand. Tentu saja peningkatan signifikan berasal dari nama domain Indonesia (.id).

Pertumbuhan domain .id mencapai 37,9 persen pada 2020 yang menjadikan .id menjadi nama domain yang paling agresif pertumbuhannya di ASEAN dan menjadikan ccTLD dengan pertumbuhan tertinggi di dunia, menurut data lembaga riset Eropa, Council of European National Top-Level Domain Registries (CENTR).

"Intinya ini adalah hasil kerja keras sebuah tim kecil yang hanya terdiri dari enam orang: Miki, Fajar Yugaswara, Chika Hayunigtyas, Ferdi Cahya Abdillah, dan Ratih Ayu. Mereka dikoordinasi oleh Gunawan sebagai Deputi. Secara lintas bidang, dibantu Shidiq Purnama selaku CRO PANDI. Saya bangga pada kinerja mereka dan berharap tim tersebut mampu bekerja lebih solid lagi," tambah dia.

Selain senang, lanjut Heru, persaingan domain CCTLD antarnegara-negara di ASEAN semakin tinggi, apalagi pertumbuhan domain .vn selama ini mendominasi ASEAN.

"Apalagi kita tahu Vietnam (.vn) adalah kompetitor kita yang mendominasi, tapi berkat kerja keras semua pihak, akhirnya kita bisa menyalip Vietnam dan saat ini kita menjadi juara dengan capaian jumlah pengguna domain tertinggi di ASEAN," pungkas Heru. (rdo/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pratama: Kita Harus Mandiri di Teknologi Luar Angkasa, Energi Terbarukan dan Internet


Redaktur & Reporter : Rasyid Ridha

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler