Juragan99 & Babi Ngepet Digital

Oleh: Dhimam Abror Djuraid

Jumat, 25 Maret 2022 – 20:16 WIB
Tersangka kasus penipuan aplikasi trading Binomo Indra Kesuma atau Indra Kenz saat ditampilkan pada konferensi pers di Bareskrim, Mabes Polri Jakarta, Jumat (25/3). Foto: Ricardo/JPNN

jpnn.com - Macam-macam cara orang bisa menjadi kaya raya mendadak. Cara yang paling umum adalah memperoleh warisan dari orang tua yang tajir melintir.

Ada yang memilih cara pintas dengan melakukann korupsi menggarong uang rakyat. Ada juga yang memilih jalan pintas dengan memelihara tuyul atau pesugihan.

BACA JUGA: Crazy Rich Rudy Salim Mangkir Pemeriksaan di Kasus Indra Kenz, Kombes Gatot Bilang Begini

Kaya cara instan dengan memelihara tuyul dilakoni orang-orang zaman dahulu. Sekarang masih banyak yang percaya kepada cara-cara takhayul seperti itu untuk memperoleh kekayaan. Masih banyak yang melakukan ritual mistik untuk mendapatkan berbagai macam pesugihan.

Di Jawa Timur orang memelihara tuyul, di Jawa Tengah ada nyai blorong, dan di Jawa Barat dikenal babi ngepet.

BACA JUGA: Kasus Indra Kenz, Brigjen Whisnu Sebut Ada Calon Tersangka Baru, Siapa Dia?

Sampai sekarang tempat-tempat yang dianggap keramat masih banyak dikunjungi para peziarah yang mencari pesugihan. Di Jawa Timur ada Gunung Kawi di daerah Malang, dan Alas Purwo di Banyuwangi. Di perbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah ada Gunung Lawu dan Gunung Kemukus. Di Yogyakarta ada Pantai Parangtritis yang diyakini wingit karena ditunggu Nyai Roro Kidul. Di Jawa Barat sepanjang Pantai Kidul juga diyakini punya aura mistis untuk mencari pesugihan.

Budaya instan ingin cepat kaya dan tradisi klenik mistik yang percaya kepada kekuatan supranatural, membuat praktik perdukunan tetap eksis sampai sekarang. Ketika dunia sudah mengalami revolusi digital 5.0 praktik dukun tradisional masih tetap laku.

BACA JUGA: Juragan99 Membantah Pabrik MS Glow Berdiri di Tanah Ilegal

Masih banyak orang yang memilih paranormal dan perdukunan sebagai profesi. Banyak juga yang menjadi dukun profesional dengan bayaran ratusan juta. Rara Isti Wulandari, salah satu contohnya. Dia menjadi paranormal yang paling banyak dibicarakan orang. Ada yang memuji ada juga yang mencaci.

Revolusi digital yang canggih, dan melahirkan teknologi hebat seperti metaverse, ternyata tidak menghilangkan klenikisme dan perdukunan. Malah muncul konvergensi baru antara budaya pesugihan dengan budaya instan di zaman digital dengan lahirnya pesugihan-pesugihan digital.

Anak-anak muda yang usianya masih likuran tahun, tiba-tiba menjadi kaya mendadak dengan harta triliunan rupiah. Mereka bukan turunan orang kaya, mereka bukan anak-anak para konglomerat, tetapi tiba-tiba muncul menjadi generasi baru yang disebut sebagai ‘’crazy rich’’ kaya gila-gilaan.

Sejarah dunia mencatat orang-orang kaya yang hartanya tidak habis dimakan tujuh turunan. Di Eropa ada keluarga Rothschild yang dikenal sebagai pelopor perbankan Eropa dengan kekayaan sampai Rp 5.000 triliun. Keluarga Rockefeller di Amerika terkenal sebagai raja minyak yang pernah menguasai bisnis minyak di Amerika sampai 90 persen, dengan kekayaan Rp 4.500 triliun.

Keluarga Al-Saud di Arab Saudi yang sekarang menjadi penguasa, dikenal sebagai keluarga superkaya, raja minyak yang tiada tanding. Di zaman sekarang Amerika masih menguasai daftar orang-orang paling tajir di dunia, mulai dari Bill Gates, Elon Musk, Jeff Besos, sampai orang kaya lawas seperti Warren Buffet.

Kekayaan mereka tidak akan habis dimakan tujuh turunan. Anak-anak mereka pasti akan kaya raya karena warisan (kecuali Warren Buffet yang pelit kepada anak-anaknya). Anak keturunan mereka kaya raya tanpa harus bekerja. Tanpa memelihara pesugihan mereka tetap akan kaya raya.

Di Prancis ada Francois Bettencourt-Meyers yang dinobatkan sebagai wanita terkaya di dunia dengan total harta Rp 800 tiliun. Seumur hidupnya Bettencourt-Meyers tidak pernah bekerja barang sehari pun. Ia mewarisi harta berlimpah dari kakeknya pendiri pabrik kosmetik L’Oreal yang masyhur.

Orang-orang kaya karena warisan seperti ini banyak bermunculan di seluruh dunia dengan variasi yang berbeda-beda. Mereka kaya mendadak tanpa perlu bekerja. Generasi ahli waris seperti ini bisa hidup nyaman sepanjang hidupnya dan mewariskan hartanya kepada keturunan selanjutnya, begitu seterusnya.

Itulah sebabnya mereka disebut kaya tujuh turunan. Itulah sebabnya gap antara kaya dan miskin di seluruh dunia makin menganga sampai bergenerasi-generasi, karena orang-orang kaya warisan ini selalu bermunculan.

Mereka tidak bekerja untuk uang, tetapi uang bekerja untuk mereka. Di mana-mana, sifat uang selalu suka berkumpul dengan teman-temannya. Makin kaya seseorang, kian senang uang berkumpul. Makin miskin seseorang, uang kian jauh. Itulah mengapa Rhoma Irama menyanyi ‘’yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin’’.

Hal itu akan menjadi fenomena di seluruh dunia dan akan sangat sulit diputus mata rantainya. Ekonom Prancis Thomas Piketty dalam ‘’Capital in the Twentieth Century’’ mengusulkan pajak yang tinggi bagi para penerima waris itu.

Piketty juga mengusulkan ada pajak global untuk modal yang masuk ke sebuah negara miskin dari negara kaya. Tujuannya untuk mengurangi gap kaya miskin. Usul Piketty ini brilian, tetapi diakuinya sendiri sulit diterapkan.

Di Indonesia sekarang muncul fenomena mirip Francois Bettencourt-Meyers. Ada sepasang suami istri pengusaha kosmetik yang kaya raya dan dijuluki sebagai ‘’Crazy Rich Malang’’, bukan karena nasibnya malang, tetapi berasal dari Kota Malang.

Pasangan itu, Gilang Widya Pramana dan Shandy Purnamasari pengusaha produk kosmetik MS Glow, menjadi sorotan nasional dan trending topic setiap hari karena omzet produknya mencapai Rp 600 miliar sebulan. Believe it or not. Itulah yang muncul di media sosial, meskipun mereka akhirnya gerah sendiri dan membantah kabar itu.

Beda dengan Bettencourt-Meyers yang mendapatkan kekayaan durian runtuh dari warisan, Gilang dan Shandy ini tidak ketahuan dari mana sumber kekayaannya. Gilang dikenal dengan sebutan ‘’Juragan99’’ karena menjalankan bisnis dengan payung J99 Corps.

Usianya 34 tahun, kekayaannya mencengangkan. Setiap hari tidak ada hari tanpa flexing, pamer kekayaan. Rumah yang luas dan mewah, garasi yang penuh dengan mobil mewah dan motor gede mahal. Liburan ke luar negeri, dan tidak lupa pamer pesawat jet pribadi seharga Rp 280 miliar.

Dari mana pasangan itu bisa punya jet pribadi semahal itu? Orang-orang kaya lama Indonesia seperti keluarga Bakrie, keluarga Djarum, keluarga Gudang Garam, pasti punya pesawat pribadi masing-masing. Namun, seumur-umur mereka tidak pernah pamer kekayaan itu, dan malah berusaha menyembunyikannya.

Penyebabnya macam-macam. Yang paling utama adalah tidak mau memunculkan kecemburuan sosial. Orang-orang kaya itu sadar masih sangat banyak orang miskin di Indonesia yang susah makan setiap hari. Yang kedua, orang-orang kaya betulan itu tidak mau flexing karena tidak mau menjadi sasaran pajak. Makin pamer kekayaan kian menjadi sasaran empuk petugas pajak.

Itulah bedanya ‘’the real crazy rich’’ dengan ‘’crazy rich dadakan’’ sekarang ini. Anak-anak kaya baru ini malah tiap hari pamer kekayaan melalui media sosial. Bahkan, ada yang pamer menjadi raja sawer dengan menyawer Rp 1 miliar.

Biasanya, di karaoke dangdut orang yang menyawer pecahan seratus ribu sudah dianggap sebagai raja sawer. Crazy rich ini menyawer 1 miliar, tujuannya pamer dan flexing.

Akhirnya petugas pajak pun menghampiri mereka. Si Juragan99 harus bikin klarifikasi bahwa pesawat jet itu bukan punya sendiri. Itu pesawat sewaan atau pinjaman dari orang lain.

Dia juga harus datang ke kantor pajak untuk mengurus SPT pajak gegara suka pamer kekayaan.

Dua crazy rich yang suka pamer kekayaan sekarang sudah ditangkap dan ditahan polisi. Tangannya diborgol dan dipamerkan ke publik. Hartanya diburu dan disita.

Indra Kenz dan Donny Salmanan, yang selama ini pamer harta sekarang, ganti dipamerkan oleh polisi dengan memakai baju tahanan dan tangan diborgol.

Anak-anak muda ini ditangkap karena memelihara pesugihan digital dengan mengoperasikan aplikasi investasi digital yang ternyata bodong. Anak-anak muda ini sudah mengeruk ratusan miliar, dan mungkin triliunan.

Sekarang mereka jatuh rontok seperti kartu domino. Satu per satu mulai diselidiki sumber kekayaannya oleh polisi. Satu-satu per satu akan ketahuan bahwa mereka kaya raya karena memelihara tuyul dan babi ngepet digital. (*)


Redaktur : Adek
Reporter : Cak Abror

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler