Kabut Asap Kian Pekat, Siswa Belajar di Rumah Masing-masing

Kamis, 10 September 2015 – 08:32 WIB
Foto: dok.JPNN

jpnn.com - PALEMBANG – Bukan berkurang, kabut asap di Provinsi Sumatera Selatan kian pekat. Bukan hanya melumpuhkan penerbangan di bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II, dunia pendidikan pun makin panik.

"Saya  sudah keluarkan surat edaran untuk Disdikpora Kabupaten/Kota di Sumsel agar mengambil tiga kebijakan terkait asap. Tinggal pelaksanaannya," ujar Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel, Drs Widodo, tadi malam.

BACA JUGA: Tolonglah...Pak Jokowi, Bantu Kita

Pertama, mengintruksikan kepada daerah yang udaranya masih bersih untuk tetap melakukan aktivitas belajar mengajar seperti biasa. Lalu kedua, untuk daerah yang asapnya tidak begitu pekat, maka dianjurkan untuk belajar mengajar seperti biasa. Hanya saja tetap menggunakan masker selama belajar.

“Jadi sekolah wajib memberikan masker untuk siswanya, ini untuk meminimalisir terjadinya gangguan saat belajar,” ungkap dia.

BACA JUGA: Cuekin e-PUPNS, PNS Dianggap Mengundurkan Diri

Ini berlaku bagi daerah yang kabut asapnya sudah pekat seperti Palembang. "Kegiatan belajar dan mengajarnya kita tiadakan. Apalagi pagi hari, asapnya sangat pekat."

Hanya saja, kata dia, guru harus memberikan tugas kepada siswa dan dikumpulkan saat masuk sekolah nantinya. “Jadi siswa bisa belajar di rumah masing-masing. Inilah kebijakan yang telah kita buat, kita serahkan semua pada masing- masing kabupaten/kota serta sekolah sendiri,” terang dia.

BACA JUGA: Ditangkap, Mucikari Anggita Sari Ternyata Masih Muda

Selain Palembang, tambah dia, daerah OKI dan Musi Banyuasin juga disarankan tidak melakukan lagi aktivitas di sekolah.  "Sangat membahayakan kesehatan."'

Kepala Badan Lingkungan Hidup Provinsi Sumsel Lukita Riati menuturkan, berdasarkan pengamatan dari Partikulat Matter terdata kemarin (9/9), PM 10 dengan kualitas udara berbahaya ada mulai pukul 01.00-10.00 WIB. Yakni dengan titik tertinggi mencapai535,85 pada pukul 02.00 WIB dan 535,60 pada pukul 05.00 WIB.

“Ini pengamatan real time. Kualitas berbahaya itu apabila konsentrasi PM10 menunjukkan lebih dari level 350,” beber dia.

Namun berdasarkan hasil pemantauan harian, udara di Sumsel khususnya Kota Palembang saat ini menunjukkan level tidak sehat yakni  150-250. Hal ini dikarenakan kondisi kabut asap yang sudah semakin parah sehingga udara tak baik lagi untuk kesehatan.

“Siang hari baru PM10 menunjukkan level sedang atau 50-150,” cetusnya. Pihaknya telah melakukan koordinasi menyampaikan hasil terkait pada setiap SKPD misalnya BPBD, Dinkes, dan Disdik terkait kondisi asap ini.

Kepala Disdikpora Kota Palembang, Ahmad Zulinto menginstruksikan semua sekolah baik tingkat TK, SD, SMP hingga SMA/SMK untuk meliburkan siswa hingga Sabtu mendatang. "Instruksi itu sudah kami sebarkan," ujar Zulinto tadi malam.

Kabid SMP/SMA/SMK, Lukman Haris menambahkan, intruksi untuk meliburkan siswa disebarkan kepada semua kepala sekolah hingga UPTD melalui pesan singkat. Kemudian  disampaikan kepada wali siswa agar dapat melakukan aktivitas belajar di rumah.

“Asapnya makin pekat, jadi memang diistruksikan untuk semua sekolah diliburkan terhitung besok (hari ini, Red) hingga sabtu nanti,” katanya. Kalaupun kabut masih pekat hingga minggu (14/9) dan membahayakan, libur dapat diperpanjang. (sumeks/sam/jpnn)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Duh Sedihnya...Hamil, si Cowok Malah Nikah dengan Wanita Lain


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler