Kader Kena OTT, Demokrat Justru Terima Kasih ke KPK

Senin, 07 Mei 2018 – 06:00 WIB
Partai Demokrat. ILUSTRASI

jpnn.com, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap anggota Komisi XI DPR Fraksi Partai Demokrat Amin Santono karena terlibat suap Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBNP) 2018.

Partai Demokrat merasa tidak menjadi target KPK menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2019.

BACA JUGA: Diam Seribu Bahasa, Amin Santono Resmi jadi Tahanan KPK

"Oh tidak sama sekali. Kami tidak merasa ditarget," kata Kepala Divisi Advokasi dan Hukum DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean menjawab JPNN, Minggu (6/5).

Partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu justru berterima kasih kepada KPK yang telah membersihkan partai dari perilaku korup oknum kader.

BACA JUGA: OTT KPK: Anggota Komisi XI Diduga Terima Suap terkait APBNP

Karena itu, partai berlambang bintang mercy ini akan terus mendukung langkah KPK dalam memberangus rasuah.

"Ya tentu kami akan dukung KPK dan kami berterima kasih KPK turut bersihkan Demokrat dari kader korup," ujar Ferdinand.

BACA JUGA: Ssstt, Ada Foto Bang Ruhut Sitompul Sudah Berbaju PDIP

Amin pun sudah dipecat PD secara tidak hormat pascadiumumkan sebagai tersangka oleh KPK, Sabtu (5/5) malam.

Pemecatan dilakukan karena Amin dianggap telah melanggar etik dan pakta integritas partai.

KPK, Sabtu (5/5), menetapkan Amin dan tiga orang lainnya sebagai tersangka yang terjerat operasi tangkap tangan (OTT) di Jakarta, Jumat (4/5).

Tiga tersangka lain adalah Yaya Purnomo (kepala Seksi Pengembangan Pendanaan Kawasan Perumahan dan Permukiman pada Ditjen Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan), Eka Kamaludin (swasta), serta seorang kontraktor Ahmad Ghiast.

Kasus suap yang menyeret Amin terkait dengan penerimaan hadiah janji usulan dana RAPBNP 2018. (boy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Demokrat Merasa jadi Partai Penentu di Pilpres 2019


Redaktur & Reporter : Boy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler