Kakak Beradik dan Pembantu Dibunuh

Kamis, 17 April 2014 – 09:15 WIB

jpnn.com - BANDUNG - Nasib nahas menimpa kakak beradik dan seorang pembantunya. Mereka tewas di tangan pembunuh dan mayatnya dibuang ke tiga tempat.

Ketiga korban aksi keji itu adalah kakak beradik Raziv Rizal Sidiq (22) dan Revan Cipta Pamungkas (11) serta sang pembantu Eti Rohaeti (30) yang tinggal di Komplek Gading Tutuka 2, RT 04 RW 11, Blok K7 No. 6, Desa Ciluncat, Kecamatan Cangkuang, Kabupaten Bandung. Mayat mereka ditemukan di Sungai Cidaun.

BACA JUGA: Dibawa ke Kebun Karet, Siswi SMA Nyaris Diperkosa

Mayat Revan kali pertama ditemukan dalam karung dengan masih menggunakan seragam SD, di kali Cipandak Rt 01/04, Desa Kertajadi, Kecamatan Cidaun, sekitar pukul 09.00 Wib, Selasa (15/4).

Tak lama kemudian, sekitar pukul 12.00 WIB polisi menemukan  sesosok mayat perempuan mengenakan celana jeans dan atasan sweater coklat corak di tengah kali Cidamar, Kecamatan Cidaun, dengan jarak sekitar 5 kilometer dari penemuan mayat Revan. Setelah diidentifikasi mayat itu diketahui bernama Eti Rohaeti, pembantu Revan.

BACA JUGA: Pesta Miras Ultah Renggut 9 Nyawa

Pukul 16.00 WIB di Sungai Cidaun yang masuk perbatasan Garut - Cianjur, polisi kembali menemukan mayat pria dengan beberapa luka yang diketahui bernama Raziv, kakak Revan.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Martinus Sitompul mengatakan, ketiga korban diduga korban pembunuhan. Itu diketahui dari beberapa petunjuk di kediaman korban dan juga keterangan saksi.

BACA JUGA: Linda Gumelar Kutuk Kasus Sodomi di JIS

"Patut diduga ketiga korban merupakan korban pembunuhan. Itu dari hasil identifikasi sementara. Di lokasi (kediaman) ditemukan bercak darah," ujar Martin, Rabu (16/4).

Kuat dugaan, lanjut Martin ketiga korban dieksekusi di rumah Jalan Gading Tutuka Blok K7 No 64 Soreang, Kabupaten Bandung yang  diperkirakan antara Senin (14/4) malam atau Selasa (15/4) pagi.

Hal itu berdasarkan pemeriksaan polisi terhadap saksi Sri Anisa (44) yang merupakan ibu kandung kedua  korban, Raziv dan Revan. Karena Anisa sempat berhubungan melalui telepon seluler Senin lalu.

"Ibunya (Sri Anisa) tinggal di Bandung, tiga hari bolak-balik ke sana (Kabupaten Bandung). Terakhir ketemu hari Minggu dan komunikasi pada Senin malam melalui sms," ucap Martin.

Selain itu, tukang ojek yang biasa mengantar Revan sekolah mengaku tidak mengantarkan Revan pergi. "Sempat ditunggu tapi tidak keluar-keluar," jelasnya.

Martin menuturkan, pelaku pembunuhan diduga lebih dari dua orang dan mereka juga mahir. Saat pemeriksaan di TKP, polisi menemukan asbak dengan penuh puntung rokok. "Satu mobil Daihatsu Alya Silver D 1765 ZQ yang hilang diduga dibawa pelaku," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Rumah Sakit (Karumkit) Bhayangkara Sartika Asih Bandung Kombes Pol Hisbulloh Huda mengatakan hasil identifikasi jasad, ketiganya tewas akibat hambatan jalan nafas.

"Hasil evaluasi pemeriksaan ulang, dugaan meninggal karena hambatan jalan nafas akibat jeratan atau cecikan," ujar Hisbulloh saat ditemui di RS Bhayangkara Sartika Asih Bandung, Rabu (16/4).

Hisbulloh mengatakan, untuk Eti alias Yati yang bekerja sebagai pembantu terdapat luka jeratan tali di leher.

"Sedangkan anak-anak (Revan) dan laki-laki (Raziv) lukanya seperti cekikan tangan," jelasnya.

Disinggung soal luka akibat benda tajam dan benda tumpul, Hisbulloh menuturkan hingga saat ini belum ditemukan namun pihaknya masih menunggu hasil autopsi ketiga jasad tersebut.

Hingga saat ini, Jajaran Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Bandung masih melakukan penyelidikan terkait kasus pembunuhan kakak beradik yakni Raziv Rizal Sidiq (22), Revan Cipta Pamungkas (11) dan seorang pembantu Eti Rohaeti (30) yang mayatnya dibuang ke wilayah Cianjur dan Garut.

Bahkan, pihak Polres Bandung pun telah melakukan cek olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) ulang di Komplek Gading Tutuka 2 Blok K7 No 6, Desa Ciluncat, Kecamatan Cangkuang, Kabupaten Bandung yang merupakan rumah milik Sri Anisa Kusmiati (44) yang juga ibu kandung korban (Raziv) dan (Revan).

Manurut Kapolres Bandung, AKBP. Jamaludin, kemungkinan kasus pembunuhan yang menewaskan tiga orang tersebut masih dilakukan orang terdekat. Namun, untuk memastikannya kasus tersebut, pihaknya masih terus menyelidiki lebih lanjut.

"Iya, kami sudah melakukan cek TKP ulang untuk mencari titik terang dalam kasus ini. Kami harap kasus ini akan segera terungkap," ungkap Jamaludin kepada wartawan ketika ditemui dilokasi kejadian, Rabu (16/4).

Jamaludin menambahkan, pihaknya pun telah melakukan pemeriksaan terhadap empat orang saksi yang salah satunya ibu kandung kedua korban Sri Anisa Kusmiati (44) serta tiga orang saksi dari tetangga korban.

"Hingga saat ini, Ibu korban masih kita periksa. Dan memang, dia (Sri) masih dalam keadaan sedih. Tapi pemeriksaan terus berlanjut agar kasus ini bisa segera terungkap," pungkasnya. (bal/try)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Korban Pelecehan di TK JIS Diduga Lebih dari Satu Orang


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler