Kakek 98 Tahun Akhiri Hidup di Pohon Jambu

Rabu, 28 Mei 2014 – 05:12 WIB

jpnn.com - BATUBARA - Gimin kakek berusia 98 tahun, mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di pohon jambu di belakang rumah anaknya, Selasa (27/5).

Penuturan beberapa warga dan keluarga, diduga perbuatan nekat itu dilakukan korban karena stres penyakit kencing manis yang dideritanya tak kunjung sembuh.

BACA JUGA: Ketua KPU Boven Digoel Tewas di Kamar Mandi Hotel

Informasi dihimpun wartawan, jenazah pensiunan perkebunan PTPN III Tanjung Kasau warga Gang Bengkok, Dusun Kenanga, Desa Dewi Sri Kecamatan Sei Suka, Kabupaten Batubara, itu pertama ditemukan beberapa warga sekitar pukul 05.00 WIB.

Tubuh korban ditemukan tergantung dengan tali tambang sepanjang dua meter yang diikatkan ke pohon jambu.
Rusik (53), menantu korban saat ditemui mengaku, tidak menyangka mertuanya nekat gantung diri. Padahal, selama ini mertuanya dikenal sebagai orang baik dan pekerja keras.

BACA JUGA: Tak Sanggup Bayar Uang Tilang, Bagian Dada Diraba

"Bapak mertua saya sudak sembilan tahun tinggal bersama kami. Selama ini, saya tidak pernah mendengar mertua saya mengeluh atas penyakit yang dideritanya,” aku Rusik.

Dia tidak mengetahui bagaimana kejadian itu, sebab saat itu dia tidak berada di rumah dan sedang bekerja sebagai nelayan di Kuala Lama Pantai Cermin.

BACA JUGA: Perempuan Teman Sekamar Lapor Ketua KPU Boven Digoel Tewas di Hotel

Terakhir, dia bertemu tanggal 13 Mei lalu, sebelum berangkat merantau. Dan Selasa pagi sekitar pukul 08.00 WIB, dia ditelepon istrinya Ngatinem (50). “Bang, cepat pulang. Bapak sudah tidak ada,” kata Rusik menirukan ucapan istrinya saat menyampaikan kabar.

Dia mengungkapkan, mertuanya memang mengidap penyakit kencing manis sejak beberapa bulan lalu dan sudah berobat ke mana-mana, tapi tak kunjung sembuh.

"Memang ada penyakit kencing manisnya. Kadang kumat kadang juga nggak. Kalau buang air kecil kadang-kadang keluar darah gitu. Kami sudah mengobatinya tapi belum sembuh. Setahu saya tidak pernah mengeluh atas penyakitnyau, dan untuk mengisi aktifitasnya, dia selalu bersih-bersih rumah seperti mencabut rumput. Dia orangnya baik dan pekerja keras,” ujar Rusik.

Dia menambahkan, lokasi gantung diri yang dilakukan mertuanya sebenarnya bukan berada di belakang rumahnya, melainkan berada di belakang rumah anak pertama korban bernama Karman (65).

“Anak almarhum ada sembilan. Istri saya anak ketujuh. Satu hal yang terganjal di hati, saya tidak bisa bertemu dan tidak sempat mengangkat jenazah almarhum, karena begitu saya sampai di rumah, jenazahnya sudah dimakamkan,” kata ayah empat anak itu.

Kapolres Batubara AKBP JP Sinaga SIk, melalui Kapolsek Indrapura AKP John Heber Tarigan, membenarkan adanya seorang warga meninggal karena gantung diri.

"Memang benar warga tersebut meninggal karena gantung diri di belakang rumah anaknya. Korban diduga tidak tahan lagi menahan penyakitnya," kata Tarigan. (wan)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Temukan 127 Honorer K2 di Tana Toraja Tidak Memenuhi Syarat


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler