Kampus Merdeka, Kemendikbudristek dan Tiongkok Jajal Kolaborasi Perguruan Tinggi

Sabtu, 18 September 2021 – 06:45 WIB
Plt Dirjen Dikti Kemendikbudristek Nizam. Foto tangkapan layar

jpnn.com, JAKARTA - Kemendikbudristek dan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Beijing dan ASEAN-China Centre membahas kerja sama pendidikan tinggi.

Terutama perguruan tinggi Indonesia dan Tiongkok yang masuk ke dalam daftar 100 perguruan tinggi terbaik dunia. 

BACA JUGA: Sejumlah Mahasiswa Indonesia Lulus dari Perguruan Tinggi Australia tanpa Perlu ke Sana

Pihak perguruan tinggi Indonesia, diwakili IPB. Sedangkan dari pihak Tiongkok menghadirkan beberapa universitas seperti Tianjin University, Peking University, Zhejiang University, Dongbei University of Finance and Economics (DUFE) dan Sun Yat Sen University. 

Pelaksana tugas (Plt.) Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Nizam mengungkapkan harapannya agar Indonesia dan Tiongkok bisa meningkatkan kolaborasi dan solidaritas. 

BACA JUGA: Seruan Wamenag untuk Dosen dan Guru Besar di Seluruh Perguruan Tinggi

"Peranan penting pendidikan tinggi salah satunya untuk perkembangan ekonomi. Dari program pertukaran pelajar ini anak-anak bisa belajar dari satu sama lain dan menguatkan pertemanan antarnegara," kata Nizam, Jumat (17/9).

Menurut dia, dampak lain antarprofesor juga bisa bekerja sama untuk menyelesaikan masalah yang sama. Contohnya, kata Nizam, seperti dampak pemanasan global dari perubahan iklim.

BACA JUGA: Uhamka Masuk 100 Besar Perguruan Tinggi Terbaik di Indonesia

Lebih lanjut, Nizam menjelaskan mengenai program Kampus Merdeka untuk menjadi sarana kolaborasi antara kedua negara.

Dia mengungkapkan melalui program Kampus Merdeka para mahasiswa mendapatkan manfaat yang banyak, utamanya dalam proses belajar dan mengajar.

Nizam menyebut program Kampus Merdeka ini diharapkan dapat menginspirasi berbagai universitas dan dapat menambah ketertarikan para mahasiswa dalam meningkatkan dan mengembangkan potensinya agar menjadi yang terbaik. 

Adapun dalam program ini para mahasiswa dapat menghabiskan dua semester untuk mendapatkan pengalaman bekerja dalam berbagai profesi. 

Sekretaris Ditjen Diktiristek Paristiyanti Nurwardani dalam laporannya menyampaikan untuk mendorong perguruan tinggi bersaing ke kancah internasional, salah satu upaya dilakukan dengan mempererat hubungan bilateral dengan negara lain.

Hubungan baik bilateral Indonesia-Tiongkok dalam hal pendidikan tertuang dalam MoU pada 2015.

Selanjutnya pada 2016 juga telah ditandatangani MoU mengenai program beasiswa dan kesepakatan kualifikasi pendidikan tinggi antara Indonesia-Tiongkok. 

Saat itu, Indonesia menandatangani MoU kerja sama bilateral untuk 200 beasiswa Indonesia-Tiongkok dalam pendidikan maritim dan vokasi.

Paris juga menambahkan bahwa pada 16 November 2017 lalu, Kementerian Pendidikan Tiongkok mengadakan pameran pendidikan tinggi Indonesia. 

“Kerja sama kedua negara di bidang pendidikan tinggi berpotensi besar untuk lebih dikembangkan lagi. Salah satunya melalui pelaksanaan pembelajaran Merdeka Belajar Kampus Merdeka dengan mengembangkan sumber daya manusia, serta mendorong kolaborasi perguruan tinggi Indonesia dan Tiongkok," ujar Paris. 

Duta Besar Republik Indonesia untuk Tiongkok, Djauhari Oratmangun menambahkan bahwa hubungan bilateral Indonesia-Tiongkok yang telah terjalin baik mulai terbentuk dari 2005 sebagai strategic partner lalu meningkat pada 2013 menjadi comprehensive strategic partnership.

Menurutnya, hubungan bilateral yang baik harus berdasarkan pada 3 pilar utama yaitu politic insecurity, ekonomi, dan pembangunan, sosial budaya dan pendidikan. (esy/jpnn)

Simak! Video Pilihan Redaksi:


Redaktur : Elvi Robia
Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler