Kampus UIII Terima Mahasiswa Baru Mulai 2019

Senin, 18 Desember 2017 – 05:34 WIB
Mahasiswa kuliah. Ilustrasi Foto: Jawapos.com

jpnn.com, JAKARTA - Rencana pembangunan kampus Universitas Islam Indonesia Internasional (UIII) terus dimatangkan.

Kampus tersebut nantinya menjadi media promosi Islam moderat ala Indonesia kepada dunia internasional.

BACA JUGA: Cak Imin Bedah Islam dan Politik di Universitas Diponegoro

Kampus yang dibuka khusus untuk program S2 dan S3 itu nantinya dikelola oleh Kementerian Agama (Kemenag). Lokasi pembangunannya berada di Kelurahan Cisalak, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok.

Untuk pembangunan komplek kampus yang terdiri dari ruang kuliah serta asrama dosen dan mahasiswa, pemerintah bakal menggelontorkan anggaran sekitar Rp 400 miliar.

BACA JUGA: Menag: Islam Dibajak Pihak-pihak Tertentu

’’Tahun depan mulai tender pembangunan. Ditargetkan perkuliahan mulai berjalan 2019,’’ kata Dirjen Pendidikan Islam (Pendis) Kemenag Kamaruddin Amin di Jakarta kemarin (17/12).

Dia menuturkan, untuk tahap awal, kapasitas atau daya tampung kampus sekitar 200 sampai 250 orang dalam satu angkatan. Pemerintah tidak bisa membuka lebih banyak karena pertimbangan jumlah dosen dan infrastruktur lain.

BACA JUGA: Lewat Miqat Kebinekaan, Sekjen PBNU Ingin Sebarkan Islam yang Damai

Kamaruddin mengatakan, nantinya para mahasiswanya dari Indonesia dan luar negeri. Proses perkuliahan menggunakan bahasa Arab atau Inggris serta disediakan beasiswa oleh pemerintah.

Kamaruddin menjelaskan, mahasiswa dari negara-negara Islam yang tergabung dalam OKI (Organisasi Kerja Sama Islam) menjadi sasaran utama.

Kemudian juga mahasiswa dari negara-negara pecahan Uni Soviet. Selain itu juga mahasiswa dari kawasan ASEAN dan sekitarnya.

Guru besar UIN Alauddin Makassar itu menuturkan, kampus UIII berperan untuk mempromosikan Islam Indonesia ke dunia.

’’Seperti kita pahami Islam di Indonesia itu moderat. Bukan Islam yang ekstrem atau radikal,’’ tuturnya.

Dia mengatakan karakter agama, khususnya Islam, di sebuah negara itu terkait dengan kajian atau karakter Islam di negara tersebut.

Ketika kajian keislaman di sebuah negara didominasi ekstrem atau radikal, maka negara itu menganut Islam ektrem atau radikal.

Sementara itu, tim komite pembangunan UIII kemarin (17/12) mengunjungi lokasi pembangunan kampus.

Komite Pembangunan UIII Komaruddin Hidayat mengatakan, pembangunan perguruan tinggi tersebut sudah mengantongi Peraturan Presiden (Perpres).

Kampus tersebut bakal memiliki tiga pilar utama. Yakni sebagai tempat kuliah, pusat riset, dan kebudayaan.

Dia membernarkan bahwa kampus UIII dibuka hanya untuk program S2 dan S3. Komite memperkirakan kelas pertama dibuka untuk dua fakultas terlebih dahulu: fakultas agama dan fakultas sosial politik. (wan/ttg)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Islam Moderat Harus Perkuat Ekonomi


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler