Kanker Payudara Masih Mendominasi

Jumat, 23 Desember 2011 – 03:53 WIB

JAKARTA - Menyambut hari ibu yang dirayakan Kamis (22/12), Pengurus Besar Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PB PAPDI) merangking penyakit-penyakit yang sering mendera kaum ibuPosisi pertama masih diduduki kanker payudara

BACA JUGA: Tragis 62 Persen Pelaku Aborsi, Anak di Bawah Umur

Disusul kemudian Systemic Lupus Eritematosus (SLE), lalu Irritable bowel Syndrome (IBS).
 
Ketua Bidang Advokasi PB PAPDI Ari Fahrial Syam di Jakarta kemarin menuturkan, kecenderungan kanker payudara masih tinggi bisa merujuk pada rekaman data system informasi rumah sakit (SIRS) periode 2007 silam
Waktu itu, kanker payudara menempati urutan pertama pada pasien rawat inap di seluruh rumah sakit di negeri ini

BACA JUGA: Lolos dari Kanker Kelenjar Ludah

Prosentasenya mencapai 16,85 persen


Ari melanjutkan, angka kejadian kanker payudara saat ini diperkirakan 39 per 100 ribu penduduk

BACA JUGA: Menonjol, Kekerasan Seks pada Anak

"Seperti juga kanker lainnya, prinsip penanganan kanker semakin dini ditemukan semakin mudah untuk diobati," katanya

Ari menyayangkan sikap sebagian perempuan yang masih belum optimal mendeteksi keberadaan kanker payudaraAri menjelaskan, payudara sejatinya adalah organ yang berada di laur bagian tubuh, sejatinya akan lebih mudah melakukan deteksi dini dengan program SADARI (Periksa Payudara Sendiri).
 
Ari mengatakan, para perempuan harus selalu ingat bahwa mereka beresiko untuk mengalami benjolan di payudaranyaDia mengatakan, perempuan memiliki resiko terserang kanker payudara disbanding seratus kali dibandingkan laki-laki, meski sama-sama memiliki payudara
 
Risiko lain yang juga harus diperhatikan setiap perempuan adalah, adanya riwayat tumor atau kanker payudara di keluarganya, usia lebih dari 45 tahun, tidak memiliki anak, kehamilan pertama di atas 30 tahun, dan riwayat menstruasi pada umur kurang dari 12 tahun"Resiko lainnya juga muncul bagi perempuan yang menopause-nya panjang sampai di atas 55 tahun," tandasnya.
 
Penyakit di urutan kedua yang sering mendera perempuan adalah SLEAri mengatakan, kecenderungan penyakit ini Sembilan kali lebih banyak dibandingkan pada laki-lakiMenurut Ari, kasus penyakit SLE ini terjadi pada 30-50 kasus pada 100 ribu penduduk
 
Penyakit SLE ini merupakan penyakit auto imunPenyakit ini terjadi pada wanita muda usia produktifDitandai dengan rambut rontok, gangguan pada kulit terutama di wajah muncul kelainan merah-merah"Bentuknya seperti kupu-kupu,"  jelas Ari

Kelainan kulit di wajah ini semakin menjadi-jadi ketika sering terpapar sinar matahariGejala lainnya adalah nyeri pada persendian, demam, dan sariawan yang berulang-ulang.
 
Ari mengatakan, SLE ini bisa menyebabkan gangguan pada organ tubuh lainnyaLalu bisa menimbulkan kelainan darah, gangguan ginjal, gangguan jantung, pembuluh darah, gangguan paru, usus, lambung, serta liver atau hati

Menurut Ari, dampak yang cukup menakutkan dari SLE adalah terjadinya keguguran berulang"Antisipasi SLE bisa dilakukan kontrol dan minum obat teraturJangan sampai koplikasi SLE terjadi," sebut Ari.
 
Di urutan berikutnya adalah penyakit IBSAri mengatakan, laporan kejadian IBS rata-rata 2 kali sampai 3 kali lebih banyak dibandingkan kaum adamPasien dengan IBS biasanya datang dari keluhan nyeri perutBiasanya berkurang setelah buang air besar

Ari menjelaskan, penyakit ini diangkat karena menjangkit 10-15 persen penduduk dunia"Tentu keluhan kembung dan nyeri perut ini tentu akan mengurangi kualitas hidup seseorang," pungkas Ari(wan)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Jadikan Donor Darah sebagai Lifestyle


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler