Kapan Polri Berani Buka Identitas Aktor Intelektual di Balik Upaya Pembunuhan 4 Pejabat Negara?

Rabu, 29 Mei 2019 – 13:50 WIB
Kadiv Humas Polri Irjen Mohammad Iqbal. Foto: Elfany/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Polri terus mengusut adanya upaya pembunuhan terhadap empat pejabat negara dan satu pimpinan lembaga survei yang melibatkan enam tersangka. Dari pengakuan tersangka yang sudah diamankan itu, penyidik sudah mengantongi identitas aktor intelektual yang diduga menyuruh melakukan pembunuhan.

“HK menerima perintah dari seseorang. Kami sudah tahu identitasnya. Sedang didalami,” ungkap Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Mohammad Iqbal, saat konferensi pers di Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Senin (27/5).

BACA JUGA: 4 Pejabat Teras Jadi Target Pembunuh Bayaran, Bagaimana Keamanan Presiden Jokowi?

Meski begitu, mantan Kapolrestabes Surabaya itu enggan membeberkan identitas terduga pelaku intelektual tersebut. Pasalnya prosesnya masih dalam tahap penyelidikan, apabila diungkap maka akan mengganggu proses yang berjalan.

(Baca Juga: Wiranto Ungkap Motif Pembunuh Bayaran Incar Pejabat Negara)

BACA JUGA: Wiranto Ungkap Motif Pembunuh Bayaran Incar Pejabat Negara

Iqbal menjelaskan, empat tokoh nasional yang diincar oleh para tersangka merupakan pejabat negara, tapi dipastikan bukan presiden. Guna menyingkap perkara ini, Polri masih melakukan pendalaman. “Sedang proses pendalaman, penyidikan, saat semakin mengerucut akan disampaikan ke publik,” imbuhnya.

Dalam kesempatan ini, mantan Wakapolda Jawa Timur itu sempat menunjukkan senjata api rakitan laras panjang yang diduga akan digunakan untuk melakukan penembakan. Dari situ terlihat memang upaya pembunuhan ini sudah direncanakan.

BACA JUGA: Wiranto Endus ada Upaya Pengumpulan Massa 22 Mei Setara Aksi 212

“Senjata api laras panjang ini, coba dilihat, ini ada teleskopnya. Jadi, diduga kuat memang ingin menghabisi dari jarak jauh. Walau rakitan, ini efeknya luar biasa,” ucap Iqbal.

“Mereka (tersangka) mencari momentum yang tepat. Tetapi walau sudah digambar, mapping video dan jam kantornya, alhamdulillah Tuhan beri kekuatan pada petugas kami sehingga konsep preventif strike berhasil,” imbuhnya.

Enam tersangka yang diduga merencanakan pembunuhan ini pun sudah diamankan petugas. Mereka ditangkap di tempat dan waktu berbeda. Para tersangka itu berinisial HK, AZ, IR, TJ, AD dan AF. Salah satunya merupakan perempuan.

Dari para tersangka juga turut diamankan sejumlah barang bukti seperti dari tersangka HK ada sepucuk pistol taurus kaliber 38. Dua box peluru kaliber 38 jumlah 93 butir. Dari tersangka AZ sepucuk pistol kaliber 52 dan lima butir peluru. Dari tersangka TJ sebuah senpi laras panjang rakitan kaliber 22, dan senpi laras pendek rakitan kaliber 22. Ada juga sebuah rompi antipeluru bertuliskan polisi. (sabik aji taufan/jpc)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pimpinan Lembaga Survei jadi Target Pertama Pembunuh Bayaran


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler