Kapasitas Produksi Kilang Pertamina Balikpapan Siap Ditingkatkan jadi 360 Ribu Barel per Hari

Jumat, 08 Maret 2024 – 16:22 WIB
Kilang Pertamina Balikpapan yang tadinya memiliki kapasitas produksi 260 ribu barel per hari akan meningkat menjadi 360 ribu barel per hari. Foto: Ilustrasi/Dokumentasi Humas Pertamina

jpnn.com, BALIKPAPAN - PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Unit Balikpapan tengah melaksanakan proyek Turn Arround (TA) Revamp atau perawatan kilang berkala untuk menaikkan kapasitas produksi.

Pada perawatan kali ini akan dilakukan integrasi proses operasi unit Kilang yang sudah ada dengan unit kilang baru yang merupakan bagian dari program pengembangan kilang RDMP Balikpapan.

BACA JUGA: Luar Biasa! Pertamina Menjadi BUMN Kontributor TKDN Terbesar di 2023

Tersambungnya unit kilang tersebut akan menjadi tonggak bersejarah Kilang Balikpapan.

Sebab, Kilang Balikpapan yang tadinya memiliki kapasitas produksi 260 ribu barel per hari akan meningkat menjadi 360 ribu barel per hari.

BACA JUGA: Berkat Transformasi, Laba Pertamina International Shipping Melonjak jadi USD 330 Juta

Proyek TA Revamp yang diperkirakan berlangsung selama 58 hari ini, sampai saat ini berhasil memenuhi target pengerjaannya.

“Saya secara khusus mengucapkan terima kasih, progres pelaksanaan TA Revamp ini sesuai dengan target. Kita upayakan maksimal agar selesai sesuai target,” kata General Manager PT KPI Unit Balikpapan Arafat Bayu Nugroho dalam sambutannya pada kegiatan Grand Toolbox Meeting.

BACA JUGA: Mantap, Program CSR Pertamina Hulu Mahakam Sukses Hasilkan Panen Raya Padi Organik di Kukar

Progres pelaksanaan TA Revamp Kilang Pertamina Unit Balikpapan sampai dengan saat ini telah mencapai sekitar 50 persen.

Selain itu, terdapat 51 lingkup pekerjaan atau titik sambungan yang dilakukan bersama antara PT KPI Unit Balikpapan dan PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB).

Pada Grand Toolbox Meeting ini, Bayu juga kembali mengingatkan untuk selalu mengutamakan aspek keselamatan.

“Lalu juga syukur Alhamdulillah semuanya aman. Tetap utamakan safety, berangkat dengan APD yang lengkap, bekerja dengan prosedur yang tepat, menggunakan alat yang sudah diinspeksi. Lakukan pengawasan bersama. Lalu kita juga harus peduli sama yang lain. Kanan kiri depan belakang kita itu saudara kita satu tim, kita ingin mereka juga selamat,” tegas Bayu saat menyampaikan arahan kepada tim.

Grand ToolBox Meeting ini dihadiri deretan manajemen, pekerja PT KPI Unit Balikpapan, pekerja bantuan antarunit, serta mitra kerja pelaksana TA Revamp.

Salah satu peserta Grand Toolbox Meeting dari PT Panca Putra Mulia Hari Purwanto memberikan sharing risiko yang dia hadapi saat bekerja dan cara mengantisipasinya.

“Saya bekerja di HSC kolom C120. Untuk bahaya bekerja di ketinggian, mitigasinya mengenakan full body harness. Kemudian untuk antisipasi benda jatuh, kita amankan jangan letakkan barang di pinggir, kita ikat atau masukkan ke dalam karung. Kemudian untuk mitigasi ruang terbatas kekurangan oksigen, kita dapat mengenakan masker oksigen dan lakukan gas tes terlebih dahulu,” tutur Hari.

Sebagai informasi, Toolbox Meeting adalah salah satu kegiatan dalam upaya Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) yang rutin dan terencana sebelum dimulainya pekerjaan.

Grand Toolbox Meeting yang dilakukan dalam skala besar dilaksanakan sebagai media koordinasi untuk menginformasikan segala sesuatu yang berkaitan tentang K3 kepada pekerja, di antaranya adalah informasi pejelasan prosedur, isu seputar K3 (kecelakaan kerja, temuan ketidak sesuaian), pelatihan singkat kepada pekerja dan info-info lainnya.

Sementara itu, Manager HSSE PT KPI Unit Balikpapan Binsar Butar Butar mengharapkan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan selama proyek ini berlangsung.

“Rekan-rekan sudah bisa identifikasi sendiri. Sebelum memulai pekerjaan, pastikan identifikasi bahayanya apa. Kedua tentukan mitigasinya, kemudian upayakan semua risiko dapat terkendali, doa kita bersama semua lancar dan selamat,” jelas Binsar.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Fadjar Djoko Santoso menambahkan proses transisi dari kilang eksisting ke kilang baru merupakan proses yang rumit sehingga diperlukan kehati-hatian termasuk proses perawatan untuk menunjang pengembangan RDMP Balikpapan untuk meningkatkan kapasitas kilang.

"Kita harapkan prosesnya lancar sehingga nanti bisa selesai sesuai target dan kilang Balikpapan akan menjadi kilang pengolahan terbesar yang dimiliki Indonesia dengan kapasitas 360 ribu barel per hari," ucap Fadjar. (mrk/jpnn)


Redaktur : Sutresno Wahyudi
Reporter : Sutresno Wahyudi, Sutresno Wahyudi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler